alexametrics

Produsen Hoaks Masih Saja Singgung-Singgung Cebong-Kampret

19 Maret 2021, 05:48:01 WIB

ISTILAH cebong dan kampret masih sering dijumpai di media sosial meski Pilpres 2019 telah lama berlalu. Penyebutan yang memicu perpecahan itu tak jarang diikuti kabar palsu. Contohnya, foto seorang perempuan mengoperasikan puluhan ponsel dan disebut sebagai buzzer yang bekerja keras untuk menghancurkan Islam. Foto itu juga dikait-kaitkan dengan cebong.

”Salah satu buzzeRp rezim firaun yang berhasil tercolong kamera…pantes aja mereka kerja keras utk menghancurkan Islam …modalnya sudah byk yg dikeluarkan utk bayar buzzeRp dan hp utk buat puluhan akun, dsb, dll, dkk. AWAS BANYAK ADMIN DAN ANGGOTA CEBONG DI GROUP-GROUP.” Begitu narasi yang ditulis akun Facebook Ocha Aceh kemarin (17/3).

Foto itu memang memperlihatkan perempuan sedang mengoperasikan puluhan ponsel yang ditata rapi di rak susun. Seluruh ponsel tampak menyala dan terhubung dengan kabel pengisi daya. Sangat masuk akal kalau diberi narasi seorang buzzer sedang bekerja.

Berdasar penelusuran jejak digital, foto tersebut pernah diulas beberapa portal berita luar negeri pada 2015. Salah satunya portal businessinsider.com pada 12 Februari 2015. Judulnya sama sekali tidak berkaitan dengan isu cebong-kampret maupun aktivitas buzzer di Indonesia.

Business Insider mengulas foto itu dengan judul This disturbing image of a Chinese worker with close to 100 iPhones reveals how App Store rankings can be manipulated. Aktivitas tersebut dilakukan pekerja perempuan asal Tiongkok yang memanipulasi peringkat sebuah aplikasi di App Store.

Viralnya foto itu bermula dari unggahan di situs media sosial Weibo dengan judul Karyawan bekerja keras memanipulasi peringkat App Store. Business Insider lantas mengulas cara si perempuan untuk melakukan manipulasi. Besar kemungkinan perempuan itu bekerja dengan cara meng-uninstall, kemudian memasang ulang aplikasi di setiap perangkat iPhone yang dioperasikan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c19/fat




Close Ads