alexametrics

Penutupan Jalan Jakarta Terkait Penanganan COVID-19, Kominfo: Hoaks

19 Maret 2020, 16:49:09 WIB

JawaPos.com – Pada Kamis (19/3), beredar pesan singkat mengenai penutupan jalan di wilayah DKI Jakarta terkait dengan penanganan COVID-19. Pesan berantai atau broadcast message tersebut juga mengatasnamakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Terkait dengan hak tersebut, Kemenkominfo memastikan kalau hal tersebut adalah hoaks. Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu memastikan kalau hal tersebut tidak benar.

“Kemenkominfo menyatakan bahwa informasi itu tidak benar atau hoaks. Sebab, hingga saat ini tidak ada konten informasi seperti yang beredar di masyarakat yang dimuat lengkap dalam laman situs kominfo.go.id,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (19/3).

Ilustrasi: Hoaks terkait penutupan jalan di DKI Jakarta. (Istimewa)

Konten informasi yang tersebar lewat aplikasi pesan instan WhatsApp berisi informasi pelarangan bagi Warga DKI Jakarta keluar rumah. Baik menggunakan kendaraan roda 2 (dua) dan berjalan kaki. Informasi itu disertai dengan rincian jalan di kawasan Jakarta karena ada kegiatan sterilisasi.

“Dikarenakan akan ada pencegahan COVID-19 dengan penyemprotan disinfektan dosis tingkat 1 melalui udara yang dapat alergi pada kulit dan gangguan pernafasan. Sebagai langkah ini kami pihak Pemerintah akan bekerja sama dengan kepolisian lalu lintas untung pengaturan kendaraan,” demikian bunyi pesan yang beredar.

Hoaks tersebut juga menyebutkan sejumlah jalan yang akan disterilkan di seluruh DKI. Pada bagian akhir konten informasi hoaks itu kemudian juga terdapat tautan https://www.kominfo.go.id yang membuat seolah-olah pesan itu resmi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Hingga hari ini, Kementerian Kominfo telah mengidentifikasi 267 hoaks berkaitan dengan virus korona atau COVID-19 yang tersebar di platform digital dan pesan instan. Kemenkominfo mengimbau warganet dan seluruh warga Indonesia untuk selalu melakukan pengecekan ulang ke sumber terpercaya dan tidak menyebarluaskan informasi palsu,” tegas Ferdinandus Setu.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads