alexametrics

Hoaks Karantina di 10 Wilayah di Indonesia karena Virus Korona

19 Maret 2020, 16:29:28 WIB

PRESIDEN Joko Widodo kena giliran dijadikan bahan hoax. Dia disebut telah memberlakukan karantina terbatas di sepuluh wilayah di Indonesia. Langkah itu diambil untuk meminimalkan potensi persebaran wabah Covid-19.

”Saya, Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, memberlakukan kerantina parsial terbatas terhadap aktifitas publik di beberapa wilayah di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, BEKASI, DEPOK, BOGOR, BANDUNG, SURABAYA, BANTEN, TANGERANG, SEMARANG, BALI.” Begitu penggalan narasi yang menyebar melalui aplikasi percakapan kemarin.

Informasi itu juga menyertakan 16 poin yang berisi pembatasan aktivitas publik. Di antaranya, meliburkan sekolah mulai tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, menutup area wisata, mengalihkan pola kerja ASN menjadi pola kerja jarak jauh, bahkan memberlakukan jam malam dengan batas pukul 22.00.

Kabar itu tentu sangat janggal. Sebab, penyampaian penanganan Covid-19 oleh presiden secara langsung kepada publik pada 15 Maret lalu sama sekali tidak menyebutkan karantina wilayah. Jokowi hanya menyebutkan bahwa pihaknya terus memberikan perintah yang terukur agar Indonesia bisa menghambat persebaran virus korona sehingga tidak memperburuk dampak ekonomi. Hingga kemarin, juga tidak ada pengumuman resmi dari pemerintah pusat tentang kebijakan karantina di sepuluh wilayah.

Sementara itu, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden langsung mengklarifikasi kabar adanya karantina terhadap sepuluh wilayah di Indonesia. Melalui situs resmi presidenri.go.id, disampaikan bahwa informasi tentang pemberlakuan karantina parsial di sepuluh wilayah adalah hoax dan tidak bersumber dari pernyataan resmi.

”Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden memastikan bahwa narasi tersebut tidak bersumber dari pernyataan Presiden Joko Widodo maupun sumber lainnya. Presiden dalam keterangan persnya pada Senin, 16 Maret 2020, di Istana Kepresidenan Bogor telah menyampaikan sejumlah arahan yang justru tidak sesuai dengan narasi yang beredar tersebut.” Begitu keterangan yang dipublikasikan pada 17 Maret 2020. Selengkapnya Anda dapat membacanya di bit.ly/CatutPresiden.

FAKTA

Informasi yang menyebut Presiden Joko Widodo memberlakukan karantina parsial di sepuluh wilayah itu adalah hoax . Hingga saat ini, pemerintah pusat belum menetapkan kebijakan karantina wilayah.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c7/fat



Close Ads