alexametrics

Hoaks KPK Terbitkan Surat Tugas dan Surat Edaran di Papua

19 Januari 2021, 18:00:04 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima informasi beredarnya surat tugas dan surat edaran di wilayah Provinsi Papua yang mengatasnamakan KPK sebagai pihak yang menerbitkan. KPK menegaskan, surat yang diterbitkan tersebut palsu.

“KPK menyatakan dengan tegas bahwa Surat Tugas dan Surat Edaran tersebut palsu,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (19/1).

Ali menegaskan, KPK tidak pernah menerbitkan surat tugas dan surat edaran di wilayah Provinsi Papua. Terlebih mencantumkan nama dan tandatangan Ketua KPK, Firli Bahuri.

Surat tersebut berisi penugasan kepada individu tertentu untuk melakukan pemantauan, penghimpunan data, pelaporan dan bekerjasama dengan sejumlah pihak untuk monitoring dan pencegahan tindak pidana korupsi.

“Sedangkan dalam surat edaran, disebutkan adanya pelantikan pengurus, penyerahan SK atribut dan pembekalan pengurus KPK tingkat Provinsi yang akan dilakukan di lokasi tertentu,” cetus Ali.

Hingga saat ini, Ali menegaskan, KPK tidak memiliki cabang atau kepengurusan di tingkat daerah. KPK juga tidak memberikan mandat atau wewenang melalui surat tugas kepada pihak lain selain Pegawai KPK dalam menjalankan tugas monitoring dan pencegahan korupsi.

“KPK berharap semua pihak bisa lebih bertanggungjawab untuk tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain, termasuk membuat dan menyebarkan informasi yang tidak benar,” tegas Ali.

Oleh karena itu, KPK mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan verifikasi terkait dengan pihak dan atau informasi yang mengatasnamakan KPK. Apabila ada pihak yang meminta uang, fasilitas, atau pemerasan dalam bentuk apapun, dipersilakan melapor kepada aparat penegak hukum setempat. Konfirmasi kepada KPK dapat dilakukan melalui call center 198 atau e-mail: informasi@KPK.go.id. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads