alexametrics

Tebar Isu Wamil, Produsen Hoax Catut Nama Prabowo

18 November 2019, 19:23:10 WIB

JawaPos.com – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kembali ”dijahili” pembuat hoax. Tiba-tiba saja muncul pernyataan ketua umum Partai Gerindra itu tentang wajib militer. Pernyataan tersebut dikemas dalam bentuk berita oleh blog aktual-news24.blogspot.com. Judulnya, Menhan: Wajib Militer Ampuh Menangkal Bangkitnya PKI. Link berita itu kemudian disebar ulang lewat Twitter.

Saat dikunjungi, berita di blog aktual-news24 tersebut menyertakan sejumlah kutipan dari portal berita detik.com. Namun, saat ditelusuri lebih jauh, tidak ditemukan kutipan-kutipan serupa di portal berita detik.com. Justru isi berita yang diunggah terindikasi mencuri dari portal berita medcom.id. Hanya, ada sejumlah perubahan agar sesuai dengan judul yang provokatif.

Beberapa perubahan yang dilakukan blog aktual-news24, antara lain, mengganti kata radikalisme dengan Partai Komunis Indonesia. Narasumber sebenarnya dalam berita itu adalah seorang analis intelijen dan terorisme bernama Stanislaus Riyanta. Namun, oleh blog clickbait itu diganti dengan Menhan Prabowo Subianto.

Versi asli berita tersebut berjudul, Wajib Militer Ampuh Menangkal Radikalisme. Menurut Stanislaus, wacana wajib militer untuk mahasiswa dan pelajar dinilai bisa menangkal penyebaran paham radikal dan meningkatkan kecintaan tanah air. ”Wajib militer dalam konteks bela negara ini untuk membangun daya tangkal warga negara atas ancaman negara, termasuk radikalisme. Juga meningkatkan nasionalisme dan cinta tanah air,” kata Stanislaus. Anda dapat membaca berita itu di sini.

Prabowo sebenarnya juga pernah memaparkan kebijakan sistem pertahanan rakyat semesta yang melibatkan seluruh komponen bangsa. Namun, dia sama sekali tidak pernah menyinggung tentang wajib militer.

Mengutip berita Jawapos.com, Prabowo berencana menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam mewujudkan komponen cadangan dari kalangan terdidik. Mereka disiapkan secara khusus untuk menjaga kedaulatan dan mempertahankan NKRI apabila negara dihadapkan pada situasi perang. Namun, sejauh ini Prabowo masih enggan memerinci konsep pembentukan pasukan cadangan dari kalangan terdidik itu.

”Nanti pada saatnya akan kita tampilkan,” kata Prabowo setelah rapat dengan Komisi I DPR RI. Prabowo membantah konsep yang diwacanakannya itu adalah wajib militer. Menurut dia, sifat dari kerja sama tersebut hanya menciptakan komponen cadangan. Selengkapnya, Anda dapat membacanya di sini.

FAKTA

Berita blog aktual-news24 tentang wajib militer berasal dari portal berita medcom.id. Namun, isinya sudah diubah. Isu radikalisme diganti menjadi PKI. Narasumber aslinya yang analis intelijen diganti menjadi Menhan Prabowo.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : zam/c17/fat



Close Ads