alexametrics

Hoax DKI Jakarta 0 Kasus Kematian Akibat Covid-19 Dalam Sehari

18 Februari 2021, 08:06:18 WIB

JawaPos.com – Beredar informasi bahwa DKI Jakarta untuk pertama kalinya sejak Agustus 2020 mencatat 0 kematian akibat Covid-19 dalam satu hari. Informasi itu tersiar pada Selasa, 16 Februari 2021 kemarin.

Kendati demikian, infomasi tersebut dipastikan tidak sesuai dengan data Pemprov DKI Jakarta yang dipublikasi pada pukul 17.57 WIB kepada awak media. Sebab, pada hari tersebut terdapat penambahan angka kematian harian berjumlah 47 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia pada saat itu mengatakan, berdasarkan data terkini, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan tes PCR sebanyak 13.186 spesimen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.472 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.861 positif dan 9.611 negatif.

“Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 273.761. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 89.066,” kata Dwi.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta pada saat itu turun sebanyak 258 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai saat itu sebanyak 16.611, dengan statua masih dirawat atau isolasi. Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari itu sebanyak 319.293 kasus.

Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 297.695 atau bertambah 2.072 dengan tingkat kesembuhan 93,2 persen. Sedangkan total kematian 4.987 orang atau bertambah 47 orang dengan tingkat kematian 1,6 persen.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 21,2 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

 

FAKTA

 

Tidak benar pada 16 Februari 2021 angka kmatian di DKI Jakarta 0 kasus. Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta yang dipublikasi pada pukul 17.57 WIB kepada awak media, jumlah penambahan meninggal harian bertambah 47 orang.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Sabik Aji Taufan




Close Ads