alexametrics

Salah Narasi Video Penangkapan Warga Kulit Hitam

17 Juni 2020, 04:04:57 WIB

VIDEO seorang pria kulit hitam sedang diinterogasi dua petugas kepolisian menyebar di media sosial sejak awal Juni lalu. Nada percakapan mereka saling meninggi. Tak berselang lama, pria kulit hitam itu diborgol dan diperiksa identitasnya. Sang polisi rupanya salah orang dan akhirnya membuka kembali borgol di tangan pria tersebut.

”Seorang polisi menangkap seorang pria kulit hitam tanpa alasan yg jelas. dan rupanya pria kulit hitam ini agen FBI,” bunyi keterangan akun Facebook Robinson David pada 2 Juni 2020.

Di YouTube, video serupa diunggah sehari lebih dulu oleh kanal General Channel. Informasi yang ditulis di kolom keterangannya juga sama, yakni polisi menangkap pria kulit hitam yang ternyata agen FBI. Bahkan, kejadian itu dikaitkan dengan situasi Amerika Serikat (AS) yang belum kondusif setelah terbunuhnya George Floyd.

”Setelah sempat memborgol pria tersebut, mereka dikejutkan ketika memeriksa kartu indentitas pria tersebut. Kemudian mereka menyadari bahwa pria tersebut agen FBI.” Begitu penggalan keterangan yang ditulis General Channel (bit.ly/AgenFBI).

Jika informasi itu benar, kasus salah tangkap terhadap agen FBI tentu menjadi sebuah berita besar. Anehnya, kabar seperti itu tidak ditemukan di media-media mainstream.

Memanfaatkan situs padanan gambar, Jawa Pos menemukan beberapa akun Facebook yang mengunggah video serupa pada Mei. Contohnya akun Facebook Nikee Lado yang juga membubuhkan keterangan bahwa peristiwa dalam video tersebut bukan kejadian baru. Secara spesifik dia menyebutkan bahwa video itu direkam di Rochester, sebuah kota di Negara Bagian Minnesota, AS.

Informasi lebih detail diunggah situs rochestermn.gov pada 1 Juni 2020 lewat ulasan berjudul Statement about a June 1, 2019 Occurrence. Situs tersebut menjelaskan, video yang dibagikan melalui media sosial pada 30 Mei 2020 itu merupakan kejadian pada 1 Juni 2019 pukul 1 pagi.

Saat itu para petugas Rochester Police Department (RPD) ditugasi mengawasi bar pusat kota dan area hiburan. Mereka juga membawa surat perintah penangkapan terhadap seseorang dengan ciri-ciri yang mirip pria kulit hitam dalam video.

Saat bertemu, pria kulit hitam tersebut tidak kooperatif dalam menjawab pertanyaan polisi, khususnya masalah identitas. Polisi terpaksa memborgolnya untuk mengambil kartu identitas pria itu. Akhirnya polisi meyakini bahwa pria tersebut bukanlah yang mereka cari.

”Tidak sesuai dengan rumor yang beredar, dia bukanlah agen Biro Investigasi Federal (FBI).” Demikian penjelasan yang ditulis situs tersebut. Anda bisa melihatnya di bit.ly/2019BukanFBI. 

FAKTA

Pria kulit hitam yang ditangkap polisi dalam video tersebut bukanlah agen FBI. Peristiwa itu terjadi pada Juni 2019 dan tidak ada kaitannya dengan isu rasis di AS yang dipicu kasus terbunuhnya George Floyd pada 25 Mei 2020.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c9/fat



Close Ads