alexametrics

Pemerintah Pastikan Surat Libur Tangani Pengujian Covid-19 Adalah Hoax

17 Mei 2020, 15:44:47 WIB

JawaPos.com – Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona atau Covid-19, Achmad Yurianto menegaskan, surat pemberitahuan libur pengujian Covid-19 di lingkungan BBTKLPP Jakarta selama Idul  Fitri adalah tidak benar alias hoax. Pengujian spesimen Covid-19 akan terus berlanjut tanpa libur.

Surat pemberitahuan yang mengatasnamakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, menyatakan akan libur bekerja menyambut hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. “Tidak benar, saya telusuri,” kata Yurianto, yang juga menjabat sebagai Ditjen P2P Kemenkes saat dikonfirmasi, Minggu (17/5).

Yurianto menegaskan, seluruh petugas media tetap bertugas meski dalam suasana perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah. Terlebih, pemerintah telah melarang masyarakat untuk pergi mudik.

“Instruksi saya jelas, Tidak ada hari libur dalam penanganan Covid-19,” tegasnya

Untuk diketahui, surat pemberitahuan yang mengatasnamakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit terkait penerimaan sampel Covid-19 beredar di media sosial. Dalam surat dikatakan, petugas medis diliburkan untuk penerimaan sampel Covid-16 diliburkan hingga 26 Mei 2020.

“Yth. Para pelanggan BBTKLPP Jakarta. Bersama ini diberitahukan bahwa dalam rangka libur hari raya Idul Fitri tahun 1441 H maka penerimaan sampel Covid-19 dan lingkungan di BBTKLPP Jakarta diterima terakhir pada tanggal 20 Mei 2020 pukul 12.00 WIB. Penerimaan sampel akan dibuka kembali pada tanggal 26 Mei 2020,” isi dalam surat edaran tersebut.

Sekadar informasi, hingga Sabtu (16/5), total pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 17.024 kasus dengan jumlah penambahan sebanyak 529 kasus baru. Sementara itu, total pasien sembuh sebanyak 3.911 orang, sementra yang meninggal 1.089 orang.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) naik 6.530 orang dengan total keseluruhannya adalah 269.449. Untuk pasien dalam pemantauan (PDP) juga mengalami penambahan 709 orang dengan total 35.069 orang.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads