alexametrics

Salah Cantumkan Informasi pada Foto Kasus Pembunuhan Berencana

16 November 2021, 05:48:11 WIB

ADA kabar menyebutkan pengadilan di Amerika Serikat telah mengadili anak yang merampok toko. Tindakan anak itu dilakukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan katanya, hakim memutuskan untuk mendenda peserta sidang yang hadir karena melakukan pembiaran.

’’Di Amerika Serikat bocah ini diadili karena merampok toko kebutuhan sehari-hari. Yang mengejutkan adalah putusan hakim yang mendenda seluruh yang hadir karena membiarkan seorang anak yang tidak mampu sampai harus merampok,’’ begitu penggalan narasi akun Jukardi Itun Karmita Sabtu (13/11).

Informasi yang menyertakan foto anak dikawal di ruang sidang itu menyebut denda juga dijatuhkan kepada pemilik toko lantaran telah memerkarakan seorang anak. Bukannya dibantu, malah dilaporkan (bit.ly/AnakRampokToko).

Narasi yang ditampilkan akun tersebut terkesan membela si anak. Tapi, dari hasil penelusuran, tak ada satu pun berita resmi yang mengabarkan persidangan itu. Berdasar hasil penelusuran menggunakan situs padanan gambar, ternyata kasus tersebut bukan perampokan. Melainkan pembunuhan berencana.

Portal berita Murderpedia mengunggah foto terdakwa yang mirip dengan posting-an akun tersebut. Selain itu, ada satu foto yang sesuai. Yakni, foto yang diduga sebagai tempat kejadian perkara.

Nama terdakwa itu Christian Fernandez. Dia didakwa melakukan pembunuhan berencana bersama ibunya terhadap saudara tirinya yang saat itu berusia 2 tahun. Biannela Susana, ibu terdakwa, mengaku bersalah atas pembunuhan berencana dalam kematian putranya tersebut. Anda dapat membaca di bit.ly/PembunuhanBukanPencurian.

Editor : Dhimas Ginanjar




Close Ads