alexametrics

Anak Buah Menteri Susi Bukan Dikejar, Justru Tangkap Kapal Malaysia

16 April 2019, 15:25:19 WIB

JawaPos.com – Beberapa hari terakhir media sosial dibanjiri video amatir yang memperlihatkan kapal Indonesia dikejar kapal Malaysia. Tampak dalam video itu, lambung speedboat bertulisan Maritim Malaysia berada di samping kapal milik Indonesia. Katanya, kapal patroli Indonesia tidak berdaya dikejar tentara Malaysia.

Seorang netizen yang menyebarkan kabar itu adalah pemilik akun Andri Pam Pam (fb.com/chernobyl.theviking). Video yang di-posting Andri penuh dengan watermark. Bunyinya, “Kapal patroli Indonesia dikejar oleh coasguard Malaysia di perairan Indonesia.”

Video itu juga dilengkapi narasi yang dikait-kaitkan dengan debat pilpres 13 April lalu. “Saat debat cawapres PAK PRABOWO mengatakan negara kita lemah. Dan sekarang terbukti. Kapal patroli Indonesia tak berdaya di kejar tentara Malaysia di area perairan Indonesia,” tulisnya pada 11 April 2019.

Saat debat cawapres PAK PRABOWO mengatakan negara kita lemah. Dan sekarang terbukti Kapal patroli Indonesia tak berdaya di kejar tentara malaysia di area perairan Indonesia

Posted by Andri Pam Pam on Wednesday, 10 April 2019

Video dengan durasi satu menit itu juga memperlihatkan cuplikan debat calon presiden antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Juga, menggabungkan beberapa video tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Narasi yang ditulis Andri jelas ngawur. Berita tentang dua kapal yang bersitegang itu sudah diberitakan banyak media mainstream. Misalnya, jawapos.com yang memberitakan peristiwa itu pada 10 April 2019. Judulnya, Anak Buah Menteri Susi Bersitegang dengan Aparat Malaysia di Selat Malaka.

Dalam berita itu disebutkan, pada 3 April 2019 radar KP Hiu 08 mendeteksi dua kapal ikan asing memasuki zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di Selat Malaka. Satu jam kemudian, terlihat dua kapal tersebut berbendera Malaysia. Yakni, KM PKFB 1852 dan KM KHF 1256. Saat itu pula dilakukan pengejaran.

Hasil pemeriksaan, KKP mendapati alat tangkap trawl di dua kapal tersebut. Saat tim KKP membawa dua kapal asing itu, tiba-tiba muncul kapal Maritim Malaysia Penggalang 13 bersama tiga helikopter yang mengudara di atasnya. Awak kapal negeri jiran itu meminta KP Hiu 08 melepaskan dua kapal asing yang dicokok tadi.

“Permintaan tersebut ditolak awak KP Hiu 08. Awak kapal Penggalang 13 mencoba nego dengan meminta kembali satu kapal saja yang dilepas,” terang Plt Direktur Jenderal PSDKP KKP Agus Suherman.

Selanjutnya, KP Hiu Macan Tutul 02 mengalami hal serupa enam hari kemudian. Mereka kembali menghentikan dua kapal asing. Satu berbendera Malaysia dan satunya tidak. Saat hendak dibawa ke Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), helikopter Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) juga meminta hal serupa. Namun, permintaan itu ditolak. Anda dapat mengakses berita itu di bit.ly/TangkapPencuriIkan.

 

FAKTA

Kabar kapal patroli (KP) Indonesia yang dikejar tentara Malaysia adalah hoax. Justru, KP Indonesia telah menangkap kapal pencuri ikan dan menolak untuk melepasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (zam/c10/fat)



Close Ads