alexametrics

Masjid Katedral Moskow sejak Awal Bukan Gereja

15 Oktober 2021, 05:48:24 WIB

PESAN hoax dengan memanfaatkan isu dan konten SARA masih disebarkan untuk mengaduk emosi netizen. Misalnya, informasi yang menyebar beberapa hari terakhir di sejumlah grup Facebook. Menurut informasi itu, ada gereja di Rusia yang sudah ditinggalkan jemaatnya, kemudian dijual dan dijadikan masjid.

”Karena Ditinggalkan Jemaatnya, Gereja Terbesar Di Rusia Ini Dijual Dan Dijadikan Masjid,” begitu keterangan akun Facebook Ikhzn Alaydrus pada 30 September 2021. Posting-an itu sudah dibagi lebih dari 100 netizen. Salah satunya, akun Asral Tanjung pada 5 Oktober 2021. (bit.ly/GerejaDijual)

Informasi yang beredar menggunakan video durasi 2 menit 52 detik. Beberapa tokoh juga hadir, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin yang tengah melepas tabir putih. Aktivitas itu seperti tengah meresmikan bangunan. Beberapa tokoh tampak foto bersama, satu di antaranya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Video tersebut juga memperlihatkan keterangan yang berbunyi, Russian President Valdimir Putin Attends Inauguration Ceremony. Video serupa diunggah kanal YouTube Ruptly pada 23 September 2015.

Judul video itu berbunyi, Russia: Putin speaks out against IS at opening of the Moscow Cathedral Mosque. Tidak satu pun pembahasan yang menyinggung tentang bangunan itu sebelumnya merupakan gereja terbesar di Rusia. Terlebih lagi, gereja tersebut dijual lantaran tidak adanya jemaat di gereja itu. Anda dapat membacanya di bit.ly/PeresmianMasjid.

Penelusuran lainnya, Moscow Cathedral Mosque sejak awal berfungsi sebagai masjid. Bukan sebagai gereja. Sementara itu, penamaan ”Cathedral” di Rusia digunakan sebagai sebutan bagi tempat ibadah yang ukurannya besar atau di Indonesia setara dengan sebutan masjid agung.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c13/jun




Close Ads