alexametrics

Kolase Foto Bukan Korban Serangan Iran

15 Januari 2020, 07:35:36 WIB

JawaPos.com – Produsen hoax masih terus menyebar kabar palsu tentang serangan balasan Iran ke basis militer AS di Irak. Bukan hanya video ngawur tentang tembakan rudal dan roket, foto-foto palsu tentang korban serangan itu juga bermunculan.

Jawa Pos menemukan kolase foto tentara yang sedang dirawat diunggah pemilik akun Husein Nur Sukma Semesta (bit.ly/HasilBuruan). ”Hasil buruan Singa Iran kepada serigala serigala AS. Sebaiknya Trump lebih banyak pesan peti mati.” Begitu narasi yang ditulis pada 8 Januari 2020.

Dua foto yang diunggah akun Husein Nur menunjukkan kondisi berbeda. Foto bagian atas menunjukkan beberapa prajurit melakukan tindakan medis di dalam ruangan. Anehnya, tidak satu pun di antara mereka yang tampak lusuh dan berdarah. Bahkan, tidak ada slang infus. Sementara itu, satu foto lainnya menunjukkan sejumlah tentara memasukkan orang terluka ke dalam kendaraan. Dua foto tersebut ditempeli tulisan berbunyi, live Iraq news.

Saat ditelusuri dengan situs padanan gambar prepostseo.com, dua foto itu ternyata diambil pada momen dan tahun berdeda. Misalnya, foto di bagian atas. Jawa Pos menemukan foto yang sama diunggah situs commons.m.wikimedia.org. Disebutkan juga bahwa foto itu diabadikan pada Desember 2017 sehingga mematahkan klaim bahwa orang-orang dalam foto tersebut adalah korban serangan Iran 2020.

Artikel yang melengkapi foto itu menyebutkan, tim Tempur Brigade Infanteri ke-76 sedang melakukan simulasi penyelamatan dalam suasana tempur di Camp Atterbury Joint Manuver Training Center, Edinburgh, Skotlandia. Salah satu latihan utamanya adalah mengajarkan pertolongan pertama yang canggih dan prosedur penyelamatan nyawa. Caranya, mengendalikan pendarahan, melakukan resusitasi kardio pulmoner, memasukkan kembali cairan ke dalam tubuh, dan menstabilkan korban hingga petugas medis tiba. Anda dapat melihatnya di bit.ly/LatihanPenyelamatan.

Selanjutnya, untuk foto bawah, Jawa Pos menemukan gambar yang sama dalam berita yang diunggah situs mirror.co.uk pada 2 Agustus 2009. Berita itu mengulas tentara Inggris yang terkena ranjau darat Taliban. Dalam ulasannya, Mirror menyebutkan bahwa ada 51 pemuda Inggris yang kehilangan anggota tubuhnya selama berperang di Afghanistan.

The British Limbless Ex-Service Men’s Organization, sebuah badan amal yang didedikasikan untuk membantu tentara yang cacat dalam perang, mengatakan sudah mengetahui setidaknya 55 orang kehilangan lengan atau kaki. Jumlah yang diamputasi saat itu sudah lebih tinggi daripada Perang Falklands pada 1982 saat 258 tentara Inggris tewas. Anda dapat membaca berita yang diperbaharui pada 28 Januari 2012 itu di bit.ly/KorbanRanjauDarat.

FAKTA

Kolase foto yang diunggah akun Facebook Husein Nur Sukma Semesta tidak berkaitan dengan korban serangan rudal Iran. Foto pertama adalah latihan penyelamatan korban perang pada 2017. Sementara itu, foto kedua merupakan tentara Inggris yang menjadi korban ranjau darat Taliban di perang Afghanistan.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : zam/c20/fat


Close Ads