
Photo
VIDEO yang memperlihatkan keributan petugas imigrasi dengan WNA asing viral di media sosial beberapa hari terakhir. Sayangnya, ada tangan-tangan jahil yang membubuhkan narasi ngawur terkait video tersebut. Katanya, pria kulit hitam itu adalah korban rasisme, penganiayaan, bahkan penculikan oleh beberapa pemuda Indonesia.
’’Rasisme kembali terjadi di Indonesia terhadap orang kulit hitam. Kali ini korban rasisme adalah warga dari Nigeria. Orang Nigeria itu adalah seorang turis yang datang ke Indonesia untuk bekerja dan menghidupi keluarganya,’’ begitu keterangan awal yang ditulis akun Facebook Nabal Solouwx West Sol pada 9 Agustus 2021.
Akun itu juga menyebutkan, awalnya sang pria asal Nigeria pergi ke Indomaret untuk berbelanja. Lalu, dia diculik dan dianiaya di dalam mobil oleh beberapa pemuda Indonesia (bit.ly/DiculikDianiaya).
Saat ditelusuri, video yang viral itu sudah diklarifikasi oleh pihak imigrasi. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum HAM RI DKI Jakarta Ibnu Chaldun menjelaskan, peristiwa itu berawal dari informasi yang diterima petugas tentang sekelompok WNA yang diduga izin tinggalnya telah habis. Mereka dikabarkan menginap di salah satu hotel di Jakarta Selatan. Petugas imigrasi langsung mendatangi mereka yang dikabarkan berencana mengadakan sebuah pesta di hotel tersebut pada Sabtu sore (7/8).
Ternyata, para WNA itu sudah check out dan berpindah ke sebuah apartemen. Petugas kemudian mendatangi apartemen tersebut dan mendapati seorang WNA di lobi. ”Ketika petugas menanyakan paspor dan identitas dirinya, WNA itu marah dan tidak mau menyerahkan dokumen. Dia juga sempat menghardik petugas dan menantang untuk ditahan. Karena tidak kooperatif, WNA itu dibawa petugas ke kantor imigrasi,” ujar Ibnu. Anda dapat membaca ulasan jawapos.com di bit.ly/IjinHabis.
Beberapa informasi menyebutkan bahwa selama perjalanan menuju kantor imigrasi, WN Nigeria melakukan pemukulan terhadap petugas. Hal itulah yang memicu terjadinya ketegangan seperti dalam video yang beredar.
Sementara itu, situs resmi milik Direktorat Jenderal Imigrasi menjelaskan bahwa permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Hal itu dilakukan setelah Duta Besar Nigeria Ari Usman Ogah mendatangi Kantor Imigrasi Jakarta Selatan untuk mendengarkan kronologi dari kedua pihak. Pihak imigrasi yakin, ketegangan tidak perlu terjadi apabila WNA yang bersangkutan bersikap kooperatif dengan petugas dan terbuka dengan statusnya sebagai diplomat. Anda dapat membacanya di bit.ly/SudahBerdamai.
Kemarin, persoalan itu kembali memanas. Pemerintah Nigeria memutuskan untuk menarik sementara duta besar mereka di Indonesia. Nigeria juga menuntut diberlakukannya sanksi keras terhadap petugas imigrasi RI yang dianggap telah melakukan penyerangan terhadap diplomat mereka.
FAKTA
Video yang diunggah akun Facebook Nabal Solouwx West Sol itu memperlihatkan petugas imigrasi membawa WNA asal Nigeria gara-gara tidak kooperatif saat diminta menunjukkan dokumen keimigrasian. Pria Nigeria itu adalah seorang diplomat, bukan wisatawan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
