alexametrics

Kabar Konyol soal Pembuatan SIM Kolektif kok Dipercaya

13 Februari 2020, 16:53:04 WIB

JawaPos.com – Hoax tentang pembuatan SIM kolektif yang satu ini sangat konyol. Sebab, tanggal pelaksanaannya disebut 30 dan 31 Februari 2020. Meski demikian, pesan tentang pembuatan SIM tanpa tes itu cepat menyebar di aplikasi WhatsApp.

”Akan diadakan pembuatan SIM secara kolektif hanya datang, lalu foto, dan tanpa tes.” Begitu potongan pesan yang tersebar. Disebutkan juga, kegiatan itu akan dilaksanakan pada Minggu dan Senin, 30 dan 31 Februari 2020. Meski sudah jelas-jelas pesan palsu, beberapa anggota grup WhatsApp nyaris percaya. Misalnya, anggota di grup WhatsApp SPIJIRO 8D 2008 (alumni SMP 1 Ngoro, Jombang) bernama Dizain yang mempertanyakan biaya pembuatan SIM kolektif tersebut.

Pesan serupa sejatinya pernah menyebar pada 2019. Isinya hampir sama. Yakni, ajakan untuk mengikuti pembuatan SIM kolektif. Hanya tanggal dan tahunnya yang berbeda. Dalam pesan yang menyebar tahun lalu itu, tanggal yang dicantumkan adalah 29 Februari. Itu tidak mungkin karena tahun 2019 bukan tahun kabisat, dan tanggal 29 pada bulan Februari hanya ada di tahun kabisat.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra memastikan bahwa pembuatan SIM harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Aturan itu di seluruh Indonesia. Di Surabaya pemohon memang bisa mengurus SIM tanpa mengikuti ujian tertulis di kantor satpas (satuan penyelenggara administrasi SIM). Syaratnya, pemohon sudah menjalani tes tulis secara online lewat aplikasi JogoSuroboyo milik Polrestabes Surabaya. Tujuannya hanya memangkas antrean. Bukan meniadakan tes. ”Tapi, secara prinsip tetap harus melalui tes,” kata Teddy.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : adi/c10/fat


Close Ads