alexametrics

Seolah Jokowi Hendak Reshuffle Risma, padahal Pernyataan Pengamat

12 Oktober 2021, 05:48:07 WIB

KANAL YouTube masih dijadikan sebagai media untuk menyebarkan informasi menyimpang. Misalnya kiriman yang mengunggah video disertai judul yang menghebohkan. Kemudian, informasi tersebut disebar ulang oleh berbagai akun dari sejumlah platform media sosial. Misalnya judul sebuah video yang mengesankan Jokowi akan mengganti Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma).

Video yang terkait itu diunggah kanal Tribun PNS pada 3 Oktober lalu. Tertulis, BERITA VIRAL ~ Amarahnya Suka Meledak, Jokowi : Risma Layak Kena Reshuffle Kabinet !.

Penulisan nama orang disertai titik dua biasanya dipakai untuk menunjukkan pernyataan langsung yang diucapkan orang tersebut. Dengan menuliskan ”Jokowi:”, berarti tokoh yang berbicara adalah Jokowi, dalam hal ini mafhum dipahami Presiden Joko Widodo. Padahal, saat mendengarkan video dengan durasi 2 menit 2 detik itu, tidak ada sedikit pun penjelasan resmi dari Presiden Jokowi akan mengganti Mensos Risma. Anda dapat melihatnya di bit.ly/KenaReshuffle.

Keterangan pada judul video tersebut diduplikasi oleh halaman Facebook IDN POS pada 3 Oktober. ”[Berita] BERITA VIRAL ~ Amarahnya menyukai Meledak, Jokowi : Risma Layak Kena Reshuffle Kabinet !,” Unggahan tersebut juga memperlihatkan thumbnail gambar, ada Mensos Tri Rismaharini, Presiden Joko Widodo, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Lalu, juga tertera keterangan yang berbunyi Mensos Risma kaget, Jokowi : Risma Layak Dicopot. (bit.ly/StatemenJokowi).

Saat tautan itu diklik, jangan harap menemukan fakta dalam website tersebut. Isinya hanya memperlihatkan hasil pencarian dari website yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan isi kabar itu. Anda dapat membacanya di bit.ly/HasilKlik.

Dari hasil penelusuran, pengisi suara pada YouTube tersebut merupakan ulasan dari portal genpi.co yang terbit pada 2 Oktober 2021. Judul beritanya Amarahnya Suka Meledak, Risma Layak Kena Reshuffle Kabinet Jokowi. Dalam ulasan tersebut tak ada penjelasan resmi dari presiden. Hanya pernyataan dari pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga. Menurut dia, Risma yang tidak bisa mengendalikan amarahnya tentu sangat tak layak menjadi pemimpin. ”Apalagi kalau dia sambil marah-marah mengambil keputusan, tentu akan berbahaya bagi lembaganya,” ujar dia.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c9/jun

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads