alexametrics

Potongan Tubuh Singa Laut Dikira Korban Sriwijaya Air

12 Februari 2021, 05:48:54 WIB

SUDAH satu bulan tragedi kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ182 berlalu. Namun, kabar palsu yang menyertainya masih saja bertebaran di media sosial. Contohnya, video yang diunggah akun TikTok diongede tentang sebuah benda yang terapung di laut. Menurut dia, benda itu adalah jasad penumpang pesawat Sriwijaya SJ182.

’’Selamatkan Jasad Mereka,’’ tulis akun tersebut sambil menyertakan berbagai tagar terkait musibah jatuhnya pesawat itu pada 9 Januari lalu (bit.do/SelamatkanJasad).

Unggahan tersebut berisi dua video yang ditampilkan bersamaan dalam bentuk kolase. Di sebelah kiri terlihat pria berpeci dengan ekspresi penuh kesedihan. Sementara itu, di sebelah kanan, tampak benda mirip bagian tubuh yang terapung di laut. Benda itu terus bergerak. Salah satu bagian ujungnya seperti daging yang terkoyak.

Saat ditelusuri dengan memanfaatkan situs padanan gambar, video serupa pernah diunggah situs berbahasa Mandarin, weibo.com. Jika diperhatikan dengan lebih teliti, benda bergerak tersebut lebih mirip badan hewan laut yang tidak utuh.

Menggunakan beberapa aplikasi penerjemah bahasa, tidak ada satu pun yang menyebutkan bahwa video itu berkaitan dengan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182. Ada beberapa keterangan yang menjelaskan bahwa tubuh tak utuh itu adalah singa laut. Anda dapat melihatnya di bit.do/PotonganTubuhHewan.

Baca Juga: Jika Terinfeksi Covid-19, Ini Gejala yang Paling Awal Muncul

Bentuk tubuh singa laut dalam video yang diunggah situs Weibo memang tak utuh. Sekilas, tubuh yang terkoyak itu seperti baru saja dimangsa, atau terkena jaring nelayan. Secara jelasnya, bentuk kepala yang terlihat pada detik kedua tersebut mirip dengan foto yang diunggah oceanlight.com. Anda dapat melihatnya di bit.do/MiripSingaLaut.

FAKTA

Video yang diunggah akun TikTok diongede memperlihatkan singa laut yang terluka parah di bagian ekornya. Bukan bagian tubuh korban kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ182.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c18/fat




Close Ads