alexametrics

Rekayasa Foto Rudal di Ledakan Beirut

11 Agustus 2020, 05:05:09 WIB

POTONGAN gambar dari rekaman ledakan gudang amonium nitrat di Pelabuhan Beirut banyak dijumpai di media sosial. Salah satunya bahkan menampakkan adanya rudal yang diklaim sebagai penyebab ledakan. Agar lebih meyakinkan, potongan gambar itu dikemas seolah-olah hasil tangkapan kamera inframerah.

”Rekaman kamera infrared menunjukkan adanya hantaman rudal dari langit tepat sebelum ledakan dahsyat terjadi di Beirut, Libanon. Benarkah zionis Israel pelakunya? Wallahua’lam.” Begitu keterangan yang ditulis halaman Facebook Hidayatullah Sulaiman kemarin (9/8) bit.ly/HantamanRudal.

Tangkapan gambar itu berlawanan dengan kabar yang beredar selama ini. Sebab, berbagai rekaman video amatir tentang situasi yang sama (ledakan kedua) tidak menunjukkan adanya serangan peluru kendali.

Memanfaatkan situs padanan gambar, Jawa Pos menemukan video serupa dengan durasi panjang yang menampilkan detik-detik ledakan kedua dari gudang penyimpanan amonium nitrat di Beirut. Salah satunya diunggah portal berita Arabic CNN pada 4 Agustus 2020. Jika mencermati dengan saksama, tidak ada bentuk dan penampakan rudal yang menghantam kawasan tersebut. Menurut kantor berita Lebanon, sebagaimana dikutip Arabic CNN, ledakan itu berasal dari kebakaran di Bangsal 12, dekat dengan penyimpanan gandum di Pelabuhan Beirut.

Ulasan Associated Press (AP) juga menyangkal kabar serangan rudal pada kejadian ledakan di gudang penyimpanan amonium nitrat itu. Menurut AP, video tersebut sudah melalui proses manipulasi dengan menambahkan efek film negatif yang fungsinya untuk membalikkan warna.

Namun, saat melihat video satu frame ke frame lainnya, rudal yang menghantam ke tanah itu tampak bengkok di tengah dan memiliki tampilan seperti animasi. Terlebih saat rudal bergerak mendekati target. Ukuran dan sudutnya tidak berubah. Sekitar 8 detik dalam video, misil menghilang sebelum hampir mengenai apa pun.

Profesor Hany Farid, pakar digital forensik dari Universitas California, Berkeley, mengonfirmasi bahwa gambar rudal itu palsu. ”Rudal tersebut terlihat terlalu besar untuk dapat diterima secara fisik. Rudal bergerak sangat cepat, tapi tidak ada gambar yang kabur pada gerakan rudal itu,” jelasnya. Anda bisa membacanya di bit.ly/DiManipulasi.

FAKTA

Video ledakan kedua yang memperlihatkan rudal menghantam tanah merupakan hasil manipulasi yang dilengkapi efek film negatif.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c9/fat



Close Ads