alexametrics

Hoax Pelaku Penyerangan di Mabes Polri Tak Bawa Senjata

10 April 2021, 05:48:06 WIB

AKUN Facebook Ali Assegaf menyebar kabar mengejutkan. Dia menyebut perempuan terduga teroris yang ditembak mati di mabes Polri pada 31 Maret lalu itu tidak membawa senjata apa pun. Menurut dia, perempuan itu tampak kebingungan saat mencari jalan keluar dan hanya membawa map berwarna kuning. Informasi tersebut sangat bertentangan dengan pemberitaan di media-media massa.

”DIKIRA TERORIS, POLISI TEMBAK MATI SEORANG PEREMPUAN DI MABES POLRI,” begitu judul tulisan yang dia unggah pada 31 Maret lalu. Agar lebih meyakinkan, narasi itu dilengkapi video pendek yang menunjukkan perempuan terduga teroris roboh diterjang peluru (bit.do/TidakBawaSenjata).

Akun Ali Assegaf menyebutkan, berdasar rekaman CCTV, perempuan yang ditembak tersebut tampak tidak membawa senjata apa pun. Dia juga mengingatkan, orang yang masuk lingkungan Mabes Polri selalu diperiksa dengan ketat. Karena itu, mustahil bisa masuk dengan membawa senjata api, senjata tajam, ataupun bom.

Namun, video pendek yang dia unggah justru mematahkan narasinya sendiri. Saat perempuan itu roboh, dari tangannya tampak terjatuh benda kecil yang menyerupai pistol. Belakangan diketahui bahwa senjata yang dibawa itu adalah jenis air gun berkaliber 4,5 mm. Perempuan berusia 25 tahun itu bahkan sempat mengeluarkan tembakan sebanyak 6 kali ke arah petugas.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menjelaskan bahwa pelaku penyerangan di Mabes Polri itu merupakan terduga teroris. Bukan sebatas ”dikira teroris” seperti yang disebut akun Ali Assegaf. Menurut Listyo, pelaku penyerangan itu bernama Zakiah Aini. Dia beraksi sendiri dan bisa dijuluki lone wolf. ”Dari hasil profiling, yang bersangkutan adalah tersangka pelaku lone wolf yang berideologi radikal ISIS,” ungkapanya.

Hal itu dibuktikan melalui posting-an Zakiah Aini di media sosial. Sebelum penyerangan berlangsung, kurang dari 21 jam, Zakiah sempat mengunggah gambar ISIS di akun Instagram miliknya. ”Di dalamnya ada bendera ISIS dan ada tulisan terkait masalah bagaimana perjuangan jihad,” paparnya. Anda dapat membaca keterangan yang diunggah humas.polri.go.id itudi bit.do/BenderaISIS.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c13/fat

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads