alexametrics

Banjir Merah karena Pewarna Batik, Bukan Darah

10 Februari 2021, 05:48:10 WIB

BEBERAPA hari terakhir, jagat maya dihebohkan video banjir dengan air yang berwarna merah. Linimasa media sosial ramai membahas itu. Menurut sebagian netizen, banjir berwarna merah di Pekalongan itu terjadi karena fenomena alam yang langka.

”Katanya Jepang banjir airnya jernih…. Ini dipekalongan airnya merah. Apakah ini fenomena alam yang langka,” tulis akun Facebook Dwi Gagah Dermawan pada 6 Februari 2021. Kiriman tersebut juga disebar ulang oleh salah satu akun yang menyebutkan, merah itu merah darah yang berdarah. Ada-ada saja (bit.do/FenomenaLangka).

Video berdurasi 33 detik tersebut memperlihatkan sejumlah warga mengamati air berwarna merah yang merendam jalan kampung. Sebagian tampak sengaja bermain dan menikmati kejadian aneh itu.

Mengutip portal berita Radar Semarang (Jawa Pos Group), banjir aneh tersebut ada di kawasan Kelurahan Jenggot, Pekalongan Selatan, Sabtu lalu (6/2). Lurah Jenggot Tabiin menjelaskan, warna merah itu diduga berasal dari pewarna batik yang dibuang warga. ”Jadi bukan limbah. Karena sejak Jumat, seperti biasa, aktivitas produksi batik libur. Hari ini juga libur,” jelasnya. Anda dapat membacanya di bit.do/ObatPewarnaBatik.

Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara memberitakan, Polres Pekalongan Kota telah mengamankan pembungkus sisa obat batik yang diduga sebagai penyebab air banjir berwarna merah di Kelurahan Jenggot. Tampak dalam foto yang diunggah LKBN Antara, petugas yang membawa tas kresek berwarna hitam yang diduga berisi obat pewarna batik.

Menurut Kapolres Pekalongan Kota AKBP Mochammad Irwan Susanto, obat pewarna batik yang semula terbungkus plastik itu sobek dan terbawa banjir. Sebelumnya pewarna batik tersebut dibungkus dalam plastik dan disimpan di tempat produksi batik. Namun, tidak ada yang tahu bahwa obat batik itu hanyut terbawa arus.

”Juragan batik tidak mengecek tempat produksi batik. Karena banjir dan memang tidak ada aktivitas membatik. Lalu obat batik itu hanyut terbawa arus,” jelasnya.

Baca Juga: Kemasukan Saham Siluman, Modal Rp 6,5 Miliar Hanya Tersisa Rp 1,7 M

Polisi telah mengamankan 1 kilogram sisa obat batik yang hanyut terbawa air. Namun, belum ditemukan unsur kesengajaan maupun orang yang sengaja membuang obat batik tersebut. Anda dapat membacanya di bit.do/Amankan1kgObat.

FAKTA

Banjir berwarna merah di Pekalongan bukan fenomena alam yang langka. Warna merah disebabkan pewarna batik yang tercecer dan hanyut terbawa banjir.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c9/fat




Close Ads