alexametrics

Video Kapal Pembawa Alat Berat Tenggelam Jadi Hoax Ibu Kota Baru

9 September 2019, 17:16:03 WIB

JawaPos.com – Video kapal pembawa alat berat yang tenggelam di tengah laut marak beredar di media sosial akhir-akhir ini. Rekaman peristiwa itu dibumbui keterangan sejumlah dump truck dan ekskavator yang tenggelam yang hendak digunakan untuk proyek pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Jawa Pos kali pertama menemukan kabar itu dari unggahan akun Fa­cebook Filosofi Kopi (fb.com/mbah.lopot23). “Inilah alat berat yg akan di antar menuju proyek (IBU KOTA BARU) tenggelam ditengah laut dlm perjalanan,” tulisnya pada 7 September 2019.

Setelah ditelusuri, video itu lebih dulu beredar di YouTube. Sejumlah kanal mengunggah rekaman peristiwa yang memperlihatkan detik-detik saat awak kapal dievakuasi. Contohnya kanal Hobby Rekam pada 27 Agustus 2019.

Keterangan di video itu menyebutkan bahwa kapal LCT tenggelam di perairan Sampit, Kalimantan Tengah. Nama kapalnya adalah KM Ayu 78. Sayang, informasi yang tertulis di kolom keterangan sangat minim.

Memanfaatkan situs padanan gambar, kabar tenggelamnya kapal pengangkut alat berat itu pernah diberitakan samarinda.prokal.co (Jawa Pos Group). Judul beritanya, LCT Abaikan Larangan KSOP, Tak Diberi Izin, Ngotot Berlayar hingga Karam. Berita yang terbit pada 30 Agustus 2019 itu mengungkapkan bahwa tujuan pelayaran kapal itu adalah Sumatera Selatan, bukan ke lokasi ibu kota baru di Kaltim.

LCT atau Landing Craft Tank dengan nama lambung Ayu 78 itu bermarkas di Sungai Lais, Sungai Kapih, Sambutan, Samarinda. Kapal tersebut bertolak menuju Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan, dengan membawa 13 awak dan mengangkut 9 unit alat berat. Di antaranya, 2 ekskavator, 5 dump truck jenis heavy duty, 1 buldoser, dan 1 truk tangki minyak milik PT Sungai Berlian Bakti.

Pelayaran LCT Ayu 78 sampai tujuan diperkirakan membutuhkan waktu delapan hari. Namun, LCT berhadapan dengan cuaca buruk. Kapal besi itu diterjang ombak setinggi 2 meter di perairan Laut Jawa dan Kalimantan bagian selatan pada Senin 19 Agustus 2019.

Sepekan sebelum pelayaran, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda telah menerbitkan larangan untuk LCT Ayu 78 berlayar. Tidak hanya untuk LCT, tapi juga untuk seluruh kapal muatan. Termasuk kapal tugboat (TB). Penyebabnya, cuaca buruk sedang melanda perairan Laut Jawa. Namun, karena alasan bisnis, kapal tersebut tetap berangkat. Anda dapat membacanya di bit.ly/KeSumSel.

FAKTA

Alat-alat berat yang tenggelam bersama kapal pengangkutnya di laut bukan untuk pembangunan ibu kota baru. Kapal bernama LCT Ayu 78 itu berada dalam perjalanan menuju Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : zam/c17/fat



Close Ads