alexametrics

Salah Narasi Video Penyerangan terhadap Muslimah

8 November 2020, 05:05:57 WIB

SENTIMEN Islamofobia di Prancis memang sedang menguat. Kondisi itu dimanfaatkan produsen hoax di Indonesia untuk memicu kemarahan umat muslim. Caranya adalah dengan menyebar video sejumlah kekerasan terhadap perempuan berhijab, kemudian memberi narasi bahwa peristiwa itu terjadi di Prancis baru-baru ini.

”Prancis bukan hanya menghina Rasulullah, tapi sekarang kelakuan orang kafir Prancis sangat sadis terhadap perempuan-perempuan Islam yang berhijab,” begitu keterangan yang ditulis akun Facebook Nazaruddin (bit.do/KelakuanPrancis) pada Rabu (4/11).

Sejak awal, gabungan video pendek itu menunjukkan kekerasan kepada muslimah. Namun jika diperhatikan hingga tuntas, mayoritas ternyata tidak terjadi di Prancis. Bahkan, semuanya merupakan video lawas.

Pertama, adegan pria memukul perempuan berhijab dari belakang itu terjadi di London, Inggris, pada 2012. Pelaku bernama Michael Ayoade dari Plaistow, London Timur. Mengutip The Guardian, pria 35 tahun tersebut akhirnya dipenjara empat tahun atas tuduhan dua serangan tak beralasan di Plaistow yang terekam CCTV. Anda dapat membaca ulasannya di bit.do/KejadianLondon.

Pada detik ke-20, tampak pria menendang perempuan berkerudung berkali-kali. Peristiwa itu tidak terjadi di Prancis, tetapi di Republik Tatarstan, Rusia, pada Juli 2020. Situs pencari fakta asal India, Boom Live, menyebut insiden tersebut terjadi di Kota Nizhnekamsk saat seorang perempuan muslim diserang secara brutal di depan anak-anaknya di sebuah taman. Anda dapat membacanya di bit.do/DiTatarstan2020.

Rekaman ketiga (detik ke-40) juga bukan kejadian di Prancis. Adegan seorang pria menyerang perempuan muslimah itu terjadi di RS Beaumont di Dearborn, Michigan, AS. Mengutip BBC, perempuan 19 tahun tersebut langsung menuntut RS setelah serangan terjadi. Pengacara korban mengatakan, serangan itu sangat mungkin bermotif SARA. Anda bisa membacanya di bit.do/DiMichigan2018.

Lalu, rekaman video keempat yang ditampilkan pada detik ke-53 menunjukkan perempuan berhijab dipukuli seorang pria secara brutal di tengah jalan. Video itu ternyata pernah diunggah kanal YouTube milik YÜSRA VE DÜNYASI pada Oktober 2018. Artinya, kekerasan tersebut tidak terkait dengan kondisi Prancis baru-baru ini (bit.do/VideoOktober2018).

Video kelima yang menunjukkan seorang pria menendang punggung perempuan berhijab di pusat perbelanjaan juga tidak terjadi di Prancis. Portal berita metro.co.uk pernah mengulas rekaman yang viral sejak Desember 2016 itu. Meski tidak diketahui lokasi pastinya, dapat dipastikan video tersebut tidak terkait dengan kondisi di Prancis baru-baru ini. Anda dapat membaca beritanya di bit.do/VideoLawas2016.

Terakhir, video menampilkan adegan seorang pria menghajar perempuan berhijab di sebuah kafe. Penyerangan itu terjadi di Australia pada 2019. Menurut BBC, pelaku bernama Stipe Lozina dan akhirnya mendekam di penjara selama tiga tahun. Dia terbukti bersalah meninju dan menginjak seorang perempuan hamil dalam dugaan serangan Islamofobia. Anda dapat membacanya di bit.do/DiAustralia2019.

FAKTA

Gabungan enam video yang diunggah akun Facebook Nazaruddin bukan penyerangan terhadap muslimah di Prancis akhir-akhir ini. Penyerangan itu terjadi di sejumlah negara dan merupakan rekaman kejadian lawas.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c6/fat



Close Ads