alexametrics

Salah Video Kebakaran Kilang Minyak Balongan Pertamina

8 April 2021, 05:48:48 WIB

KEBAKARAN yang melanda kilang minyak Pertamina di Balongan, Indramayu, masih saja disisipi kabar palsu. Beberapa hari lalu, beredar gabungan video yang diawali ledakan besar beruntun di lokasi yang mirip kilang minyak. Video berdurasi 7 menit 32 detik itu kemudian diberi judul, Cuplikan Detik-detik kilang minyak Pertamina meledak di Balongan Indramayu.

Jawa Pos menemukan video itu diunggah pemilik kanal YouTube New Viral pada 30 Maret 2021. Delapan detik di awal gabungan video tersebut memang cukup mengejutkan. Tampak ledakan besar terjadi berkali-kali dengan jeda waktu yang sangat pendek. Terjadinya pun siang. Berbeda halnya dengan kebakaran kilang minyak di Balongan yang dipastikan terjadi pada Senin (29/3), pukul 01.00 WIB dini hari.

Saat ditelusuri menggunakan YouTube DataViewer, video ledakan beruntun itu pernah diunggah kanal YouTube Ahmed Treiban pada 19 November 2015. Rekaman berdurasi 55 detik tersebut berjudul Chinese Gas Plant Explosion. Melihat tanggal unggahan yang sudah lama itu, bisa dipastikan bahwa cuplikan di awal gabungan video tersebut bukan rekaman peristiwa kebakaran kilang minyak di Balongan.

Video yang sama juga pernah diunggah portal stomp.straitstimes.com pada 27 Februari 2017. Unggahan itu berisi ulasan yang menyangkal bahwa video tersebut merupakan rekaman peristiwa ledakan di Tuas Waste Management Plant, Singapura. Sanggahan itu juga mengacu pada video yang diunggah Ahmed Treiban pada 2015. Artinya, video tersebut ternyata juga pernah digunakan untuk menyebar hoax tentang ledakan di instalasi pengolahan limbah di Singapura.

Nah, dalam video yang diunggah Ahmed Treiban, beberapa pengguna YouTube berkomentar bahwa ledakan itu terlihat sangat terkontrol. Diawali kobaran api yang tidak terlalu besar, lalu terdengar suara sirene, kemudian diikuti kedakan besar beruntun. Beberapa mobil pemadan kebakaran juga sudah tampak di lokasi.

Seorang netizen yang menggunakan nama Antero Vipunen bahkan yakin bahwa ledakan itu adalah set film. Dia menyoroti crane kamera yang tampak berada tidak jauh dari titik-titik ledakan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c6/fat




Close Ads