alexametrics

Gagal Paham soal Fenomena Aphelion dan Dampaknya

8 Januari 2022, 05:48:19 WIB

KABAR palsu soal cuaca dan dinamikanya masih bermunculan di lini masa media sosial. Misalnya, informasi yang menyebut akan ada fenomena aphelion. Katanya, fenomena alam itu membuat suhu udara lebih dingin dari biasanya.

”Sekilas Info guyss. Besok, subuh, kita akan mengalami “FENOMENA APHELION.” Dimana letak Bumi akan sangat Jauh dari matahari.dimana jarak Bumi ke matahari perjalanan 5 menit cahaya atau 90.000.000 km Fenomena APHELION menjadi 152.000.000 kmatau 66% lebih jauh.jadi hawa nya lebih dingin,dan dampak nya kurang enak dibadan Krn gak terbiasa dgn suhu tsb,’’ begitu penggalan keterangan akun Facebook Karunia Indah Az Kamis (6/1).

Keterangan selanjutnya menyebutkan bahwa fenomena itu berlangsung hingga Agustus mendatang. ’’Kita akan mengalami cuaca yg sangat dingin melebihi cuaca dingin sebelumnya,yg berdampak meriang, flu, batuk, sesak nafas, dll,’’ tulis akun tersebut (bit.ly/SuhuPalingDingin)

Tak ada sumber resmi yang disebut dalam informasi tersebut. Karena itu, perlu dipertanyakan kebenarannya. Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Adi Hermanto menegaskan informasi itu hoax. ’’Nggak benar itu. Hoax. Malah saat ini masuk perihelion atau titik terdekatnya bumi dengan matahari,’’ kata Adi kemarin (6/1). Meski saat ini bumi masuk pada titik terdekat dengan matahari, tidak ada pengaruh signifikan terhadap cuaca di bumi.

Dia menambahkan, fenomena aphelion memang ada. Dia menjelaskan, fenomena jarak terjauh bumi dengan matahari itu justru terjadi sekitar pertengahan tahun atau pada Juli. Sementara itu, suhu dingin yang terjadi akhir-akhir ini disebabkan curah hujan. Soal suhu pun, kata Adi, masih dalam batas kewajaran. ’’Suhunya normal 25 derajat Celsius,’’ katanya.

Pelaksana Tugas Deputi Klimatologi BMKG Urip Haryoko juga menegaskan bahwa penyebab cuaca dingin di beberapa wilayah di Indonesia pada awal 2022 bukan karena fenomena aphelion. ”Aphelion tidak berpengaruh signifikan terhadap suhu di bumi. Hal itu termasuk pada periode bumi letaknya lebih dekat dengan matahari (perihelion),’’ ujar dia.

Haryoko menambahkan, saat aphelion, posisi matahari memang berada pada titik jarak terjauh dari bumi. Namun, kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer permukaan. ’’Dengan begitu, cuaca dingin dalam beberapa hari terakhir bukan karena aphelion, tetapi karena faktor-faktor lain di luar sebab bumi berada di jarak terjauh dari matahari,’’ sambungnya.

Pada waktu yang sama, secara umum wilayah Indonesia berada pada periode musim hujan dengan masa puncak terjadi pada Februari 2022. Anda dapat membaca ulasan di bit.ly/FaktaAphelion.

FAKTA

Fenomena aphelion, meskipun titik terjauh bumi dari matahari, tidak memengaruhi suhu bumi. Fenomena itu terjadi pada Juli.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c6/jun




Close Ads