alexametrics

Tuding Rasisme di AS Pakai Foto Afrika Selatan

7 Juni 2020, 04:04:38 WIB

KASUS kematian George Floyd memicu tudingan masih maraknya perlakuan rasis terhadap warga kulit hitam di Amerika Serikat (AS). Bahkan, di media sudah dimunculkan kembali ”kampanye” bahwa AS adalah negara paling rasis di dunia. Tuduhan itu disertai foto anak-anak sekolah yang duduknya dikelompokkan secara terpisah antara kulit hitam dan kulit putih.

Foto seperti itu diunggah akun Twitter Bang Doel (@SWahab18) pada 2 Juni lalu. Katanya, kelas seperti itu terjadi di AS. ”Fakta membuktikan AS adalah negara paling rasis Di dunia. Anak2ini sdh dibiasakan dg rasism,” tulis akun tersebut.

Tampak dalam foto itu, siswa kulit hitam yang hanya berjumlah empat orang dikelompokkan di sudut kelas. Sedangkan yang kulit putih (berjumlah 18 siswa) menempati meja besar di tengah ruangan.

Warganet yang menelan mentah-mentah kabar tersebut langsung mengaitkan dengan situasi di Minneapolis, AS, pasca kematian George Floyd pada Senin (25/5) lalu. Lantas apakah benar potongan gambar itu menunjukkan situasi yang terjadi di AS?

Memanfaatkan situs padanan gambar, foto yang sama ternyata sudah beredar pada awal 2019, jauh sebelum kematian Floyd. Anak-anak tersebut juga bukan siswa sekolah di AS, melainkan di Afrika Selatan.

Portal berita yang berbasis di Afrika Selatan, Sowetan Live, pernah mengulas foto itu pada 9 Januari 2019. Disebutkan, siswa kulit hitam dalam foto yang dilingkari garis berwarna oranye berada di Laerskool Schweizer-Reneke, Kota Schweizer-Reneke, Provinsi North West, Afrika Selatan. Akibat foto tersebut, pihak sekolah menuai kritik keras dari orang tua murid.

Dikisahkan, seorang ibu dari siswa kelas R di Laerskool Schweizer marah ketika melihat foto anaknya dan tiga siswa kulit hitam lainnya dikelompokkan secara terpisah. Setelah mendiskusikan hal itu dengan orang tua lainnya, para orang tua segera menghubungi kepala sekolah untuk memperjelas kondisi tersebut. Anda bisa membacanya di bit.ly/TempatTerpisah.

Portal berita BBC juga mengulas foto itu pada 10 Januari 2019. Dalam ulasannya, guru yang membagi tempat duduk berdasar ras tersebut telah diskors. Foto itu juga memicu unjuk rasa yang mayoritas diikuti pendukung partai oposisi Economic Freedom Fighters (EFF).

Menteri Pendidikan untuk Provinsi North West Sello Lehare mengaku telah meminta penjelasan pihak sekolah. Informasi yang dia terima menyebutkan, pengelompokan siswa dilakukan untuk memisahkan para siswa yang menurut para guru dapat memahami bahasa Afrika dan Inggris.

Meskipun demikian, pihaknya tetap menskors guru tersebut. ”Kami menangguhkan status gurunya. Sebab, kami ingin proses penyelidikan berjalan adil,” katanya. Anda bisa membacanya di bit.ly/GuruDiskors.

FAKTA

Foto yang diunggah akun Twitter Bang Doel itu terjadi di Sekolah Laerskool Schweizer-Reneke, Provinsi North West, Afrika Selatan. Bukan di Amerika Serikat.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c9/fat



Close Ads