alexametrics

Kabar Bunuh Diri Keliru Lokasi

7 Maret 2019, 20:14:49 WIB

JawaPos.com – Sebuah video tentang pemuda yang bunuh diri sedang viral. Kabar itu menyebar di berbagai grup WhatsApp sejak Selasa, 5 Maret 2019. Dalam video berdurasi kurang dari 30 detik itu tertulis label Transmart Sidoarjo XXI.

Informasi yang sama disebarkan pengguna Facebook. Salah satunya oleh akun Roby Hamanzaki (fb.com/roby.hamansaki) yang mem-posting video tersebut kemarin (6/3). ”Ada berita bunuh diri lagi di transmart Sidoarjo XXI,” tulis Roby di statusnya.

Jika melihat video tersebut dengan lebih cermat, informasi bahwa peristiwa itu terjadi di Sidoarjo pasti langsung dipertanyakan. Sebab, mayoritas kode pelat nomor kendaraan bermotor yang tampak bukan W (Sidoarjo), tapi BE (Lampung).

Saat dimintai konfirmasi, Kapolsek Buduran Kompol Sudjut membantah bahwa peristiwa pemuda bunuh diri yang lompat dari atap gedung itu terjadi di Sidoarjo. Dia menjelaskan, bentuk bangunan dan pepohonan di Transmart Sidoarjo tidak seperti yang tampak di video tersebut. ”Hoax. Sudah saya lakukan koordinasi dengan jajaran bahwa tidak ada peristiwa itu di Sidoarjo,” tegasnya.

Sudjut lantas mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya. ”Kalau sumbernya dari netizen, harus dipastikan lagi. Bisa melalui pihak kepolisian atau lembaga terkait yang memiliki kredibilitas untuk memberikan penjelasan,” paparnya.

Dari penelusuran Jawa Pos, video itu sebenarnya merupakan rekaman peristiwa di Transmart Lampung. Portal berita jawapos.com memberitakan insiden itu pada 22 Februari 2019. Judulnya, Detik-detik Tyas Lompat Bunuh Diri dari Gedung Transmart Lampung.

Sebagaimana diberitakan jawapos.com, insiden itu terjadi pada Jumat sore, 22 Februari 2019. Saat itu Tyas Sanca Ramadhan melompat dari lantai 4 gedung Transmart Lampung.

Kapolsek Sukarame Kompol Mulyadi mengungkapkan, pemuda 21 tahun itu bisa sampai ke atas gedung Transmart setelah lolos dari pengawasan pengelola gedung.

Sesaat sebelum kejadian, sebenarnya ada tiga petugas keamanan yang berusaha menghalangi aksi nekat Tyas. ”Saat itu kan masih ada perbaikan sehingga lantai paling atas bisa diakses langsung dengan lift. Petugas menduga dia adalah seorang teknisi. Jadi, gampang sekali untuk ke sana,” ungkapnya. Selengkapnya, Anda bisa mengakses berita tersebut di link ini: bit.ly/BunuhDiriLampung

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (yog/zam/c5/fat)

Copy Editor :

Kabar Bunuh Diri Keliru Lokasi