alexametrics

Siswa SD di Kenya Tewas Terinjak-injak, Bukan karena Vaksin Covid-19

6 November 2021, 05:48:24 WIB

BEBERAPA hari terakhir, kabar belasan anak meninggal karena vaksin Covid-19 menyebar di berbagai platform media sosial. Informasi itu menyebut 13 anak tersebut meninggal sehabis menjalani vaksinasi di sebuah sekolah di Afrika Selatan.

’’13 anak meninggal sekaligus setelah paxinasi kopid di sebuah sekolah di afrika selatan. 13 Kids Have Died From Covid-19 Vaccines In A School In South Africa And No News Media Coverage, Just Instagram Posts That Keep Getting Deleted By Big Tech,’’ tulis akun Facebook Ilvinda Amiliati pada 28 Oktober 2021. (bit.ly/AkibatVaksin).

Video 18 detik itu memperlihatkan jenazah anak-anak usia sekolah yang terbaring di lantai dan dikelilingi puluhan orang. Informasi tersebut juga mengklaim bahwa tidak ada media yang memberitakan kematian itu. Hanya ada di beberapa posting-an Instagram.

Informasi itu tentu tak masuk akal. Selain tak ada sumber resmi dalam kabar tersebut, tidak ada media kredibel yang mengulas kematian 13 anak itu. Apalagi disebabkan vaksin Covid-19. Saat dilakukan penelusuran, kanal YouTube ChekavTv Muhsin mengunggah video yang identik.

Judulnya berbunyi, BREAKING News: Kakamega Primary School Mourning Death of 13 Students. Sayang, video yang diunggah pada 4 Februari 2020 itu tak menyebutkan pasti penyebab meninggalnya 13 siswa. Nah, Kakamega School itu berada di Kenya, bukan di Afrika Selatan. Anda dapat melihatnya di bit.ly/SiswaKenya.

Saat ditelusuri menggunakan beberapa kata kunci, belasan siswa yang meninggal di Kakamega School, Kenya, itu bukan disebabkan vaksin Covid-19. Melainkan tewas karena terinjak-injak saat bubaran kelas yang terjadi pada Senin, 3 Februari 2020.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c7/jun




Close Ads