alexametrics

Bakar Mercy kok Disebut Boikot Produk Prancis

5 November 2020, 05:05:34 WIB

HOAX seputar aksi boikot produk asal Prancis makin banyak ditemukan di media sosial. Misalnya, dua hari lalu, beredar potongan video tentang seorang pemuda yang membakar mobil mewah miliknya di tengah tanah lapang. Katanya, mobil mewah itu Prancis dan pemuda itu membakarnya sebagai bentuk cinta kepada Nabi Muhammad.

”Sebagai seorang muslim pemuda ini melakukan pembakaran mobil kesayangan barunya buatan Perancis dan dia meluapkan rasa cinta kepada Rasululloh shalalallohu alaihi wasalam,” begitu keterangan yang ditulis akun Facebook Nusaibah Salsabilla pada 2 November 2020. (bit.do/ProdukPrancis).

Video berdurasi 57 detik itu menunjukkan seorang pemuda mengeluarkan jeriken dari bagasi mobil. Lalu, dia menyiramkan bahan bakar dari dalam jerigen ke seluruh bodi mobil. Beberapa saat kemudian, sang pemuda menyalakan api dan membakar mobilnya hingga habis.

Namun, ada satu kesalahan yang dilakukan pembuat hoax saat menyebut aksi pemuda itu sebagai bentuk boikot produk Prancis. Di awal-awal video, tampak logo mobil yang hendak dibakar tersebut adalah Mercedes-Benz.

Saat ditelusuri, video tentang situasi yang sama pernah diunggah kanal YouTube milik Litvin pada 24 Oktober 2020. Durasinya lebih panjang dan isinya lebih komplet. Karena videonya tidak dipotong, tampak jelas bahwa mobil yang dibakar itu adalah Mercedez-Benz AMG GT 63s. Itu berarti mobil tersebut adalah brand asli Jerman, bukan Prancis.

Di kolom keterangan tertulis bahwa sang pemilik mobil, Litvin, mengaku sudah lama berpikir tentang langkah yang harus dilakukan terhadap mobilnya setelah lama ”berkonflik” dengan Mercedes. Anda dapat melihatnya di bit.do/MobilMarcedes.

Portal berita The Guardian Life mengulas aksi fenomenal pemuda Rusia itu dengan judul, Saksikan: Pria Membakar Mercedes $ 170.000 Karena Selalu Mogok. Disebutkan bahwa seorang vloger asal Rusia Mikhail Litvin frustasi karena Mercedes-AMG GT 63 miliknya terus-terusan mogok hingga harus keluar masuk bengkel selama 10 bulan terakhir.

Sejak membeli mobil itu, Litvin mengaku telah mengunjungi bengkel Mercedes sebanyak empat kali. Setiap kali berkunjung ke diler, pihak Mercedes dilaporkan tidak mau bertanggung jawab atas biaya perbaikan. Terkesan hanya mengembalikan mobil kepadanya tanpa benar-benar memperbaiki masalahnya. Anda bisa membaca ulasan itu di bit.do/SedanBuatanJerman.

FAKTA

Mobil yang dibakar pemuda itu adalah Mercedes-Benz AMG GT 63s buatan Jerman. Tidak ada hubungannya dengan aksi boikot produk Prancis.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c13/fat



Close Ads