Broadcast Snack Kripik Jamur Masuk Narkoba Golongan 1 kembali Beredar

05/09/2018, 10:55 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Direktur Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Masyarakat kembali dihebohkan dengan adanya temuan keripik jamur mengandung narkoba. Dalam sebuah pesan berantai, kasus itu diungkap Direktorat IV Bareskrim Polri.

Dikatakan bahwa setelah laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN) telah menguji sampel keripik jamur yang dikirimkan Direktorat IV Narkoba Polri pada Rabu sore dan selesai dianalisis pada Kamis siang. Namun tidak dijelaskan secara pasti tanggal dan waktu analisis tersebut.

Namun dijabarkan dalam pesan itu, keripik jamur yang telah diuji lab mengandung psylosin atau narkotika golongan 1. "Hati2 ... ini kripik ternyata mengandung NARKOBA.. makanya home made .. sudah dicek oleh BNN," bunyi pesan berantai tersebut.

Disebutkan pula bahwa beredarnya keripik jamur tersebut merupakan salah satu cara untuk menghancurkan generasi muda agar penjualan narkoba lancar. Keripik jamur itu pun katanya banyak dijual di Bandung.

Saat dikonfirmasi, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto membenarkan adanya keripik jamur mengandung narkoba. Namun, itu merupakan kasus lama yang diungkap pihaknya pertengahan tahun lalu. "Kasusnya kita ungkap tahun 2017 di Lembang, Bandung," ujarnya kepada JawaPos.com, Selasa (5/9) malam.

Dia mengaku bingung mengapa kasus lama itu diviralkan kembali di media sosial. "Makanya saya kaget juga teman-teman media nanyain saya soal ini tadi. Berarti itu hoax," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Pol Sulistiandriatmoko juga mengatakan hal serupa.

"Betul, kasus tersebut diungkap oleh Direktorat IV Bareskrim pada pertengahan tahun lalu. Snack keripik jamur tersebut adalah narkotika golongan satu, nama jamurnya Psylosibin, nama narkotikanya Psylosin," pungkasnya menjawab pesan singkat JawaPos.com semalam. 

(dna/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi