alexametrics

Hoax Tewas Terinfeksi Daun Pisang

5 Juli 2020, 04:04:41 WIB

DAUN pisang bisa membunuh orang? Kabar itulah yang banyak menyebar di media sosial. Narasinya lumayan meyakinkan. Daun pisang sering ditempati kelelawar pembawa virus. Lalu, daun tersebut digunakan orang sebagai alas makan. Akibatnya, orang itu terpapar virus kelelawar dan meninggal.

Kabar tersebut juga dilengkapi satu keluarga di India yang meninggal secara bersamaan. Di bawahnya terdapat foto kelelawar yang bergelantungan di daun pisang. Jawa Pos menemukan kabar itu diunggah pemilik akun Facebook Hendri Ayahnye Ghadis pada 2 Juli 2020 (bit.ly/TerinfeksiKelelawar).

Apakah benar jenazah tersebut meninggal karena menggunakan daun pisang sebagai alas makan? Memanfaatkan situs padanan gambar, foto dan video jenazah sekeluarga itu pernah diunggah kanal YouTube milik stasiun televisi India hmtv News pada 17 September 2017. Tanggal tersebut mempertegas bahwa kejadian itu bukan berita terbaru.

Judul video itu menyebutkan bahwa enam anggota keluarga meninggal setelah mengakhiri hidupnya di Suryapet. Penyebabnya adalah masalah keuangan. Ditegaskan juga, keluarga tersebut meninggal setelah minum obat pembasmi hama.

”Sebuah keluarga yang terdiri dari enam orang, terdiri dari dua wanita, dua anak-anak, dan dua pria, telah bunuh diri dengan mengonsumsi pestisida,” bunyi keterangannya (bit.ly/MinumPestisida).

Portal berita telanganatoday.com juga memberitakan kematian tragis satu keluarga itu. Berita yang terbit pada 18 September 2017 tersebut menyatakan dengan tegas bahwa penyebab kematian enam orang itu adalah bunuh diri mengonsumsi pestisida di Mamillagadda, Kota Suryapet. Mereka adalah Kasthuri Janardhan berusia 55 tahun, Chandrakala 50 tahun, Ashok 25 tahun, Prabhatha 30 tahun, Sriri 5 tahun, dan Ruthwika 20 tahun.

Dikisahkan, Kasthuri Suresh, putra Janardhan, berbisnis jasa komputer di Suryapet dan meminjam uang untuk bisnisnya. Ketika merugi, dia melarikan diri dari pemberi pinjaman. Setelah itu pemberi pinjaman mulai datang dan menekan anggota keluarga untuk pembayaran. Tak berselang lama, satu keluarga tersebut dikabarkan bunuh diri.

Sementara itu, foto kelelawar bergelantungan di daun pisang sudah diunggah berbagai portal berita. Tidak ada satu pun yang selaras dengan narasi yang disebar Hendri Ayahnye Ghadis. Jawa Pos menemukan foto tersebut diunggah portal Cambodia News English pada 4 Maret 2019. Portal itu mengabarkan kotoran kelelawar yang bagus untuk perkembangan bisnis.

FAKTA

Foto jenazah enam anggota keluarga India yang diunggah akun Facebook Hendri Ayahnye Ghadis tidak memiliki kaitan dengan virus kelelawar di daun pisang. Mereka meninggal pada 2017 setelah bunuh diri karena terlilit utang.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c9/fat



Close Ads