JawaPos Radar

Jawa Pos Clearing House of Information

Hoax Lowongan Driver untuk Asian Games 2018

05/01/2018, 13:51 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Hoax Lowongan Driver untuk Asian Games 2018
Tak ada lowongan driver untuk Asian Games 2018 seperti yang tersebar lewat WhatsApp (ksp.go.id)
Share this

JawaPos.com - Gelaran Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang tinggal hitungan bulan. Pesta olahraga terbesar negara-negara Asia tersebut akan resmi dibuka pada 18 Agustus 2018 mendatang. Perhelatan akbar tersebut akan ditutup pada 2 September 2018.

Hajatan besar tersebut tentu saja butuh tenaga-tenaga profesional demi kesuksesan dan kelancaran. Namun, ada pihak-pihak yang tak bertanggung jawab memanfaatkan perhelatan tersebut untuk menipu publik.

Hal itu terkuak dengan beredarnya pesan berantai lewat WhatsApp sejenis iklan lowongan pekerjaan untuk menjadi driver. Tentu saja itu cukup menggiurkan bagi publik yang tengah membutuhkan pekerjaan. Dalam pesan berantai itu disebutkan juga syarat-syaratnya dan bagi yang berminat mengirimkan aplikasi lamaran yang disertai data-data ke alamat email yang juga disebutkan.

Hoax Lowongan Driver untuk Asian Games 2018
Screenshot pesan berantai di aplikasi WhatsApp berupa iklan lowongan driver Asian Games 2018 (Istimewa)

Namun, andai dicermati, iklan lowongan pekerjaan itu banyak kejanggalan. Pertama, event yang dimaksud tertulis Asean Games. Kemudian, alamat email untuk mengirim lamaran menggunakan gmail yakni indonesiaaseangames@gmail.com.

JawaPos.com mencoba mengklarifikasi kepada pihak yang berwenang. Dalam hal ini INASGOC. Ternyata benar, iklan lowongan lewat pesan berantai itu adalah bohong alias hoax.

"Itu (iklan lowongan driver untuk Asian Games 2018) adalah hoax. Sudah pernah dipancing dan orang yang tak bertanggung jawan sudah menyebarkan sejak 2016. Dan tidak berani muncul. Pesan itu sudah lama muncul," sebut Herman Hudaya, yang sebelumnya di bidang transportasi INASGOC, kepada JawaPos.com.

"Ada untuk volunteer tapi bukan untuk driver dan mendaftarnya lewat website resmi INASGOC," imbuh Herman.

So, bagi publik yang mendapat pesan berantai seperti itu, pastikan dahulu kebenarannya agar jangan tertipu. Pastinya konfirmasi dahulu ke pihak yang terkait.

(epr/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up