alexametrics

Tersangka Pabrik Narkoba Tasik Bukan WN Tiongkok

4 Desember 2019, 19:36:00 WIB

JawaPos.com – Berita tentang penggerebekan pabrik narkoba di Tasikmalaya pada 26 November lalu telah banyak diberitakan di media massa. Informasi tentang barang bukti dan para pelakunya juga sangat jelas. Namun, pembuat hoax masih sempat-sempatnya membelokkan informasi itu hanya untuk memicu sentimen anti-China.

”Pabrik Ekstasi di Tasikmalaya di Gerebek. Puluhan Warga Cina menjadi pelaku pembuatan ekstasi,” tulis akun Facebook Semut Ibrahim pada 29 November 2019. Unggahan yang disertai video itu kemudian dibagikan ulang oleh akun Riko Lesmana Sutan Makmur (bit.ly/WNTiongkok) dengan komentar yang tambah pedas. ”Warga Negara Tiongkok itu yang radikat. Terutama dlm mencari kemakmuran seeprti diseriap doa mereka.” Begitu penggalan narasi yang ditulis Riko.

Anehnya, informasi yang dibagikan akun Semut Ibrahim tidak sesuai dengan isi video. Dalam rekaman berdurasi 45 detik itu, jumlah tersangka yang mengenakan pakaian oranye hanya beberapa orang, bukan puluhan.

Saat dikonfirmasi, Kepala BNN Kota Tasikmalaya Tuteng Budiman menjelaskan, para tersangka kasus pabrik narkoba yang ditangkap pada 26 November lalu bukan WN Tiongkok. ”Tidak ada yang WNA. Itu semua WNI,” ujar Tuteng kepada Jawa Pos kemarin (3/12).

Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group) juga pernah memberitakan penanganan kasus itu dengan judul, 9 Tersangka Pembuat Narkoba di Pabrik Sumpit Kawalu Tasik Dibawa ke Jakarta. Kabagops Polres Tasikmalaya Kota Kompol Sohet menjelaskan, para tahanan yang dititipkan BNN Pusat di Polres Tasikmalaya Kota diantarkan ke BNN Pusat melalui jalur darat. ”Semua proses penyelidikan lanjutan dan penanganannya dilakukan BNN Pusat,” ujarnya.

Para tersangka itu terlibat dalam proses pembuatan hingga penjualan pil psikotropika. Jumlah barang bukti yang ditemukan mencapai 2 juta pil Paracetamol, Caffeine, dan Carisoprodol (PCC) siap edar.

Sembilan tersangka itu ditangkap di beberapa tempat. Mereka, antara lain, Joko warga Cilacap (Jawa Tengah), Hadi warga Banyumas (Jawa Tengah), dan Sugiarto warga Tasikmalaya (Jawa Barat). Mereka ditangkap langsung di pabriknya, Kawalu, Tasikmalaya.

Kemudian, empat tersangka lainnya ditangkap di sebuah rumah makan di Kebumen, Jawa Tengah. Mereka adalah Arab, Eri, dan Yohan. Ketiganya adalah warga Cilacap, Jawa tengah. Satu tersangka lagi adalah Agus yang merupakan warga Arcamanik, Bandung.

Ada juga dua tersangka yang ditangkap di sebuah gudang di Kroya, Cilacap. Mereka adalah Setiono, warga Cilacap, dan Nurjamal, warga Demak. Anda dapat membacanya di sini.

FAKTA

Tersangka kasus penggerebekan pabrik narkoba di Tasikmalaya pada 26 November 2019 berjumlah sembilan orang. Seluruhnya WNI.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : zam/c17/fat


Close Ads