alexametrics

Salah Foto Ilustrasi Azab Istri Durhaka

4 September 2020, 06:06:52 WIB

MAKSUDNYA mungkin baik. Mengingatkan istri agar tidak durhaka kepada suami. Namun, karena menggunakan foto yang salah untuk membuat narasi adanya azab, informasi itu jadi hoax. Kira-kira seperti itu yang terjadi pada unggahan akun Facebook Dwi Leli pada Selasa 1 September 2020.

Dia membagikan ulang foto jenazah perempuan yang sudah berbentuk tengkorak, tapi masih mengenakan pakaian lengkap. ”Ini kisah seorang Wanita telah durhaka pada suami dan tengah menunggu pengampunan/maaf dari suami hingga tubuhnya tak lagi berdaya,” begitu tulisan yang tertera di bagian bawah foto tersebut (bit.ly/WanitaDurhaga).

Unggahan itu juga dilengkapi tulisan tentang ciri-ciri istri durhaka. Di antaranya, tidur membelakangi suami, selalu bermuka masam, marah, dan membantah bila dinasehati suami. Namun, poin pokok informasi itu adalah foto jenazah wanita yang dikliam menunggu ampunan suami hingga jadi tengkorak. Sebuah kabar yang tentu saja menarik untuk ditelusuri.

Memanfaatkan situs padanan gambar, peristiwa dalam foto itu ternyata bagian dari upacara pembersihan mayat yang merupakan tradisi di Toraja, Sulawesi Selatan. Foto itu bahkan pernah dimuat portal berbahasa Jerman heftig.de. Disebutkan bahwa upacara pembersihan mayat itu dikenal dengan istilah Ma’nene.

Warga setempat sangat bangga dengan tradisi tersebut. Membersihkan mayat dianggap sebagai cara untuk menghormati para leluhur. Akan jauh lebih tidak sopan jika penduduk setempat tidak melakukannya. Anda dapat membaca dan melihat foto itu di bit.ly/PembersihanMayat.

Jawa pos juga pernah mengulas tradisi itu pada 16 Oktober 2017. Secara harfiah, Ma’nene memiliki arti ’’merawat mayat’’. Merawat dengan mengganti kain pembungkusnya. Atau dengan membersihkan jenazah yang tinggal tulang belulang. Jika masih baik kondisinya, jenazah itu diangin-anginkan atau dijemur di bawah terik matahari.

Itulah cara-cara yang digunakan masyarakat Toraja Utara untuk menyatakan kasih sayang dan rasa hormatnya kepada keluarga yang telah meninggal dunia. Dengan tradisi itu, masyarakat Toraja dikenal sebagai kaum yang begitu menghargai jenazah. Bukan sebagai pengultusan. Melainkan sebagai ’’kenang-kenangan’’ akan keluarga yang sudah kembali ke alam baka.

FAKTA

Foto jenazah yang dibagikan ulang akun Facebook Dwi Leli merupakan potret tradisi Ma’nene atau upacara pembersihan mayat di Toraja.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c13/fat



Close Ads