alexametrics

Catut PKS, Pembuat Hoax Bikin Hari Poligami Nasional

4 Maret 2019, 15:04:26 WIB

JawaPos.com – Ada-ada saja ulah pembuat hoax yang satu ini. Mereka menyebut 1 Maret sebagai hari poligami nasional. Mungkin agar lebih dipercaya, dibuatlah ucapan selamat dengan mencatut pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ucapan selamat itu dibuat dalam bentuk poster digital. Lengkap dengan foto Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Majelis Syura Salim Segaf Al Jufri. Latar belakangnya adalah foto para perempuan berhijab.

Screenshot poster ucapan itu pun beredar luas di Twitter dengan narasi ngawur. Katanya, penetapan hari poligami nasional adalah bentuk keseriusan capres Prabowo Subianto untuk menjadikan poligami sebagai program nasional. “1 Maret Hari Poligami Nasional. Mari Teladani Poligami dalam Kehidupan Rakyat.” Begitu tulisan yang ada di poster tersebut.

Poster itu langsung berhasil memicu kegaduhan di media sosial. Pemilik akun Twitter Jeng Rini (@Widyarenee) termasuk yang ikut termakan hasutan kurang kerjaan itu. ”Pagi2 nemu begini kok jijik ya. Poligami ya sana poligami. Ga usah sok bener, pamer n bangga. Ini seriusan dr PKS ?! Beneran didukung prab ? 100ribu cm dapet cabe bawang aja laki-bini kelahi. Mau sekalian program kelahi nasional ?!” tulis Rini pada 1 Maret 2019.

Sesuai dengan tangkapan gambar, kicauan Rini ditanggapi lebih dari 100 retweet dan lebih dari 200 netizen menyukai posting-an itu. Yah… namanya juga netizen kurang ngopi, posting-an ngawur bisa ditanggapi serius.

Partai Keadilan Sejahtera akhirnya memberikan klarifikasi langsung di Instagram milik PKS (@pk_sejahtera). Klarifikasi itu di-posting pada 2 Maret 2019. Partai berlogo dua bulan sabit itu menjelaskan bahwa informasi tersebut adalah hoax. ”Hari gini masih aja bikin dan nyebarin hoax!” tulis akun PKS sembari melampirkan dua foto dari poster ucapan yang sudah diberi stempel ”hoax” di poster tersebut. Anda dapat mengakses informasi itu di link bit.ly/HoaxPoligami.

Saat dikonfirmasi, Wakil Kepala Bidang Humas DPP PKS Dedi Supriyadi menegaskan bahwa poster itu hoax. Dia menganggap pembuat informasi telah melakukan fitnah terhadap PKS. ”Statemen di poster itu salah semua. Tidak ada yang mengucapkan seperti itu. Baik presiden dan ketua MS,” paparnya kemarin (3/3).

Dedi memastikan bahwa PKS mengharamkan pembuatan dan penyebaran hoax. Selain itu, dia dan PKS akan bertindak tegas dengan menyerahkan pelaku penyebar fitnah kepada pihak yang berwajib.

Hasil penelusuran lain dari tim Jawa Pos, si pembuat hoax sebenarnya tidak terlalu pintar menyembunyikan ulahnya. Misalnya, soal foto yang dipakai di poster digital. Foto para perempuan PKS dicomot dari website resmi PKS, pks.id. Versi aslinya, foto itu digunakan untuk melengkapi artikel berjudul Milad PKS ke-17, Ibu-ibu Berlomba Hias Tumpeng di Salatiga.

Untuk foto presiden dan majelis syura PKS, pembuat hoax mencurinya dari poster peringatan Maulid Nabi Muhammad di YouTube PKS TV. Judulnya Memperingati Maulid Nabi 1438 Hijriyah. Channel tersebut mem-posting video berdurasi satu menit itu pada 11 Desember 2016. 

FAKTA

PKS tidak pernah membuat ucapan selamat hari poligami nasional. Ucapan itu dibuat pembuat hoax untuk menyerang PKS dan capres Prabowo Subianto.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (zam/c19/fat)



Close Ads
Catut PKS, Pembuat Hoax Bikin Hari Poligami Nasional