alexametrics

Munculkan Video Jokowi pada 2020, tapi Diembel-embeli di KTT G20

3 November 2021, 05:48:22 WIB

VIDEO Presiden Joko Widodo tengah disambut tepuk tangan hadirin mendadak tersebar di media sosial akhir-akhir ini. Berdasar narasi yang berkembang, penyambutan presiden ketujuh di sebuah ruangan itu diklaim saat Jokowi mendatangi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Italia.

”Sambutan seluruh pemimpin dunia kepada Jokowi nih bos. Yg koar2 kudu lengser, kalau kata Gus Nur matamu picek,” tulis akun Twitter @Pejuang_Muda kemarin (1/11). Lalu, netizen kurang selektif dan membagikan video tersebut serta menganggap bahwa penyambutan itu terjadi saat KTT G20 berlangsung.

”Keren ga tuh? Disambut dgn meriah, menunjukkan penuh rasa hormat dan bangga para Tokoh Dunia kepada Presiden Jokowi Presiden Indonesia di acara G20.” Begitu tanggapan akun Twitter @diandra_sari03 (bit.ly/DiAcaraG20).

Pada video itu, Jokowi tampak tidak menggunakan masker. Begitu pula orang-orang yang memberikan tepuk tangan. Saat ditelusuri, video itu dipastikan tidak berkaitan dengan KTT G20 yang berlangsung di Italia akhir Oktober lalu. Video tersebut ternyata adalah pertemuan pada 10 Februari 2020. Saat itu Jokowi berada di Australia. Dia berpidato di hadapan anggota parlemen Australia. Video itu direkam dan diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden pada 11 Februari 2020. Tampak pula watermark BPMI 2020 pada video 1 menit 23 detik itu.

Pada video tersebut, Jokowi juga duduk di bagian depan, berada dekat ketua House of Representatives Australia. Setelah mendengar sambutan PM Scott Morrison dan ketua oposisi, Presiden Jokowi menyampaikan pidatonya.

”Tahun 2050, satu abad umur kemitraan kita, adalah momen krusial. Pada tahun 2050, Indonesia dan Australia akan bertransformasi menjadi pemain besar di kawasan dan dunia,” ucap presiden dalam pidatonya. Posting-an kanal YouTube Sekretariat Presiden itu mempertegas bahwa video tersebut jauh sebelum KTT G20 berlangsung pada 30 Oktober 2021. Anda dapat melihatnya di bit.ly/DiParlemenAustralia.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c19/jun




Close Ads