alexametrics

Menlu Jadi Korban Hoax soal Papua

1 Oktober 2019, 21:30:20 WIB

JawaPos.com – Foto dengan narasi yang tidak sinkron kerap beredar di media sosial. Misalnya, foto Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang menutup wajahnya dengan dua tangan saat mengikuti sidang di PBB. Foto itu diberi keterangan bahwa Menlu menangis atas putusan PBB yang menolak usulan referendum Papua.

”Menteri luar negeri Retno Marsudi menangis terharu ketika PBB menyatakan menolak usulan negara negara asia pasifik untuk referendum Papua.” Begitu penggalan narasi yang melengkapi foto tersebut.

Selain beredar lewat WhatsApp, kabar itu diunggah banyak pemilik akun Facebook. Misalnya, posting-an akun Gus Rully Al-alwi (fb.com/satria.bugis.35) pada 27 September. ”Allahamdulillah. sabang smpai merauke tetap NKRI. akhirx freeport tetap stengah lbih milik indonesia,” tulisnya.

Kabar bahwa PBB tetap menyatakan Papua merupakan bagian integral dari Indonesia memang bukan hoax. Seperti diberitakan Jawa Pos pada 18 September 2019, Plt Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah menyatakan bahwa Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 2504 pada 1969 adalah final. ”Sejak keputusan itu, yang harus digarisbawahi, tidak ada lagi agenda pembahasan status Papua di PBB,” jelasnya.

Dalam acara debat publik negara calon anggota dewan HAM di Jenewa, Swiss, 4 September 2019, PBB juga kembali menyatakan bahwa Papua merupakan bagian dari Indonesia yang tidak bisa diganggu gugat. Anda bisa membacanya di bit.ly/TetapBagianRI.

Yang menjadi hoax adalah penggunaan foto Menlu Retno Marsudi yang menutup wajahnya dengan tangan plus keterangan bahwa sang menteri menangis lantaran PBB menolak referendum Papua. Hasil penelusuran Jawa Pos, foto itu diambil pada 2018 dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah Papua.

Portal resmi milik Associated Press, apnews.com, pernah mengunggah foto itu dengan judul, Indonesia wins UN council seat along with Germany, Belgium. Anda dapat melihat fotonya di bit.ly/FotoJuni2018.

Jawapos.com juga mengabarkan peristiwa itu dengan judul, Raih 144 Suara, Indonesia Terpilih Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB. Saat itu, Indonesia bersaing dengan Maladewa. Total suara yang diperoleh adalah 144 untuk Indonesia dan 46 untuk Maladewa.

”Alhamdulillah, sidang majelis umum PBB, Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan untuk periode 2019–2020 mewakili Asia Pasifik. Menggantikan Kazakstan yang masa jabatannya akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2018,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat itu. Anda dapat membaca beritanya di bit.ly/TerpilihDKPBB.

FAKTA

Foto Menlu Retno Marsudi yang menutup muka dengan kedua tangannya tidak terkait dengan sikap PBB yang menolak referendum Papua. Momen itu diabadikan saat Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB pada 8 Juni 2018.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : zam/c6/fat



Close Ads