JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga tetapi juga tentang mengelola diri termasuk dalam hal keuangan. Menjelang Idul Fitri, kebutuhan sering meningkat sehingga banyak orang tergoda berutang demi memenuhi gaya hidup Lebaran.
Padahal, belanja lebaran tanpa utang sangat mungkin dilakukan jika direncanakan dengan baik. Dengan pengelolaan keuangan yang bijak, Ramadhan bisa tetap khusyuk tanpa stres finansial.
Menurut World Bank, literasi keuangan berperan penting dalam membantu keluarga membuat keputusan keuangan yang lebih sehat. Perencanaan yang matang dapat mencegah risiko utang konsumtif.
Selain itu, Federal Reserve dalam laporan ekonomi rumah tangga menyoroti bahwa pengeluaran tak terencana sering menjadi penyebab utama utang konsumen. Hal ini sering terjadi saat momen hari raya.
Baca Juga: Puasa Ramadhan Tetap Nyaman : 7 Cara Ampuh Mengatasi Sakit Kepala Saat Berpuasa
Berikut 6 cara belanja Lebaran tanpa utang agar Ramadhan tetap tenang dan penuh keberkahan sebagaimana dilansir dari laman Consumer Finance dan Investopedia, Selasa (3/3) :
- Buat anggaran khusus Ramadhan dan lebaran
Langkah pertama adalah membuat anggaran khusus untuk Ramadhan dan Idul Fitri. Pisahkan dari anggaran bulanan rutinan agar lebih terkontrol.
Menurut Consumer Financial Protection Bureau, membuat anggaran tertulis membantu mengurangi pengeluaran impulsif. Catat juga kebutuhan seperti bahan makanan, pakaian dan THR keluarga.
Tentukan batas maksimal belanja sejak awal. Dengan begitu, Anda tidak mudah tergoda diskon besar menjelang lebaran.
Baca Juga: Ramadhan Lebih Fokus & Berenergi : 7 Kebiasaan Pagi Hari agar Puasa Lebih Produktif
- Prioritaskan kebutuhan bukan keinginan
Ramadhan mengajarkan kesederhanaan dan pengendalian diri. Prinsip ini juga berlaku saat berbelanja. Investopedia menjelaskan pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan dalam perencanaan keuangan.
Baju baru memang menyenang dan ini tidak bisa dipungkiri namun bukan kewajiban setiap tahun juga. Lebih baik utamakan kebutuhan pokok seperti bahan makanan untuk sahur dan berbuka lalu sisanya dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan.
- Manfaatkan promo dengan bijak
Diskon Ramadhan sering menggoda untuk membeli lebih banyak dari yang diperlukan. Padahal membeli barang diskon yang tidak dibutuhkan tetaplah pemborosan.
Menurut Harvard Business Review, promosi dapat memicu perilaku belanja impulsif jika tidak direncanakan. Karena itu, tetap berpegang pada daftar belanja.
- Siapkan dana lebaran sejak awal Ramadhan
Menabung sedikit demi sedikit selama Ramadhan dapat meringankan beban menjelang idul fitri. Sisihkan sebagian pendapatan atau THR untuk kebutuhan hari raya.
Organization for Economic Cooperation and Development menekankan pentingnya kebiasaan menabung untuk stabilitas finansial rumah tangga. Kebiasaan ini membantu menghindari utang jangka pendek.
- Masak menu lebaran sendiri
Hidangan lebaran seperti opor ayam, rendang, ketupat dan sambal goreng ati memang menggugah selera. Namun membeli makanan jadi dalam jumlah besar juga bisa menguras anggaran.
Menurut United States Department of Agriculture, memasak di rumah cenderung lebih hemat dibanding membeli makanan siap saji. Selain hemat, kualitas bahan juga lebih terjaga.
- Hindari utang konsumtif dan pay later
Kemudahan layanan pay later sering menjadi solusi instan menjelang Lebaran. Padahal utang konsumtif dapat membebani keuangan setelah Ramadhan.
International Monetary Fund mengingatkan bahwa peningkatan kredit konsumsi tanpa perencanaan dapat berdampak pada stabilitas keuangan. Intinya bijaknya sebelum mengambil cicilan.
Jika memang terpaksa utang, maka pastikan untuk kebutuhan mendesak dan memiliki rencana pelunasan jelas. ***