← Beranda

Jadwal Imsakiyah 10 Ramadhan 1447 H Kota Jakarta, Sabtu 28 Februari 2026

Lania MonicaSabtu, 28 Februari 2026 | 03.28 WIB
Ilustrasi Jadwal Imsakiyah. (Freepik)

JawaPos.com - Memasuki hari ke-10 Ramadhan 1447 Hijriah yang bertepatan dengan Sabtu, 28 Februari 2026, umat Islam di Kota Jakarta terus menjalankan ibadah puasa dengan penuh semangat.

Aktivitas ibu kota yang padat tidak mengurangi kekhusyukan dalam menjalankan kewajiban di bulan suci.

Justru di tengah dinamika kehidupan metropolitan, Ramadhan menjadi ruang jeda untuk menata hati, memperkuat spiritualitas, dan memperbanyak amal kebaikan.

Puasa mengajarkan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Disiplin waktu menjadi bagian penting dalam menjalankan ibadah ini.

Untuk itu, umat Islam dapat merujuk jadwal resmi yang dilansir melalui laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai pedoman waktu imsakiyah dan sholat lima waktu.

Imsak: 04.33 WIB

Subuh: 04.43 WIB

Terbit: 05.55 WIB

Dhuha: 06.23 WIB

Zuhur: 12.09 WIB

Asar: 15.13 WIB

Maghrib (Buka Puasa): 18.15 WIB

Isya: 19.24 WIB

Keutamaan Puasa dalam Al-Qur’an

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menjelaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Ketakwaan lahir dari kesadaran bahwa setiap amal perbuatan diawasi oleh Allah SWT. Puasa melatih pengendalian diri, memperkuat kesabaran, serta menumbuhkan empati kepada mereka yang merasakan kekurangan.

Selain itu, dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 Allah SWT menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Oleh karena itu, selain menjaga puasa, memperbanyak membaca dan memahami Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam menghidupkan suasana Ramadhan.

Hadis tentang Keistimewaan Puasa

Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa memiliki nilai istimewa di sisi Allah SWT. Balasan pahala puasa tidak dibatasi oleh hitungan tertentu, melainkan sesuai dengan keikhlasan dan kualitas ibadah seseorang.

Dalam hadis lainnya disebutkan:

“Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pesan ini menjadi motivasi agar umat Islam memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai kesempatan memperbanyak amal, karena suasana spiritual yang mendukung telah Allah siapkan.

EDITOR: Hanny Suwindari