JawaPos.com - Memasuki hari ke-10 Ramadhan 1447 H, umat Islam di Kota Bandung menyambut kesempatan untuk memperkuat ibadah puasa.
Bulan suci Ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki akhlak, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah, doa, dan sedekah.
Hari kesepuluh ini menjadi pengingat bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menata hati agar lebih dekat dengan Sang Pencipta.
Agar ibadah puasa dan sholat lima waktu berjalan dengan tertib, masyarakat dapat mengacu pada jadwal resmi yang dilansir oleh laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Jadwal ini membantu menentukan waktu sahur, imsak, dan berbuka secara tepat.
Imsak: 04.29 WIB
Subuh: 04.39 WIB
Terbit: 05.48 WIB
Dhuha: 06.19 WIB
Zuhur: 12.06 WIB
Asar: 15.08 WIB
Maghrib (Buka Puasa): 18.17 WIB
Isya: 19.22 WIB
Makna Puasa dan Keutamaan Ibadah di Bulan Ramadhan
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat ini menegaskan bahwa puasa adalah sarana untuk menumbuhkan ketakwaan dan kesadaran spiritual. Dengan menahan lapar dan dahaga, seorang Muslim diajak untuk memperkuat kontrol diri dan meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT.
Rasulullah SAW juga bersabda dalam sebuah hadis:
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menekankan bahwa puasa bukan hanya ritual fisik, tetapi juga sarana pembersihan hati dan penghapus dosa.
Selain itu, dalam hadis lain, Rasulullah SAW menyebutkan:
“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan, puasa adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberi balasannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan keistimewaan puasa yang menjadi ibadah khusus antara hamba dan Allah SWT, dengan ganjaran yang langsung dari-Nya.