← Beranda

Jadwal Imsakiyah 10 Ramadhan 1447 H Kota Kediri, Sabtu 28 Februari 2026

Lania MonicaSabtu, 28 Februari 2026 | 03.13 WIB
Ilustrasi jadwal imsakiyah. (Freepik)

JawaPos.com - Memasuki hari ke-10 Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu, 28 Februari 2026, umat Islam di Kota Kediri terus menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesungguhan.

Suasana Ramadhan di kota ini terasa semakin hidup dengan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari tadarus Al-Qur’an, kajian selepas Subuh, hingga sholat tarawih berjamaah di masjid-masjid.

Ketepatan waktu menjadi salah satu kunci kesempurnaan ibadah puasa. Untuk itu, masyarakat dapat mengacu pada jadwal resmi yang dilansir melalui laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai pedoman waktu imsak dan sholat lima waktu.

Imsak: 04.11 WIB

Subuh: 04.21 WIB

Terbit: 05.33 WIB

Dhuha: 06.01 WIB

Zuhur: 11.48 WIB

Asar: 14.49 WIB

Maghrib (Buka Puasa): 17.55 WIB

Isya: 19.05 WIB

Ramadhan sebagai Bulan Pendidikan Jiwa

Puasa Ramadhan adalah ibadah yang memiliki dimensi spiritual sangat dalam. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Tujuan puasa adalah membentuk ketakwaan, yakni kesadaran penuh bahwa setiap tindakan berada dalam pengawasan Allah SWT. Dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seorang Muslim dilatih untuk memiliki kontrol diri yang kuat, yang kemudian tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Allah SWT juga berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 10:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

Puasa mengajarkan kesabaran dalam berbagai bentuk—sabar menahan lapar, sabar menahan emosi, serta sabar dalam menjaga konsistensi ibadah. Kesabaran inilah yang akan mengantarkan seseorang pada pahala yang berlipat ganda.

Keutamaan Puasa dalam Hadis Nabi

Rasulullah SAW bersabda:

“Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa segala bentuk pengorbanan dalam berpuasa memiliki nilai mulia di sisi Allah SWT, meskipun secara lahiriah tampak sederhana.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya setan itu berjalan dalam tubuh manusia melalui aliran darah, maka persempitlah jalannya dengan puasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa menjadi sarana untuk melemahkan dorongan hawa nafsu dan godaan setan. Dengan demikian, ibadah ini tidak hanya berdampak secara spiritual, tetapi juga memperkuat ketahanan moral.

EDITOR: Hanny Suwindari