JawaPos.com - Memasuki hari ke-10 Ramadhan 1447 Hijriah yang bertepatan dengan Sabtu, 28 Februari 2026, umat Islam di Kota Madiun terus menunaikan ibadah puasa dengan penuh kesungguhan.
Setelah melewati sepertiga awal bulan suci, konsistensi menjadi kunci agar kualitas ibadah tetap terjaga.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbaiki diri secara menyeluruh—baik dalam ibadah mahdhah maupun dalam akhlak sehari-hari.
Untuk memastikan pelaksanaan sahur, imsak, dan sholat lima waktu berjalan tepat waktu, masyarakat dapat mengacu pada jadwal resmi yang dilansir melalui laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.
Jadwal ini menjadi pedoman penting agar ibadah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan waktu yang telah ditetapkan.
Imsak: 04.13 WIB
Subuh: 04.23 WIB
Terbit: 05.36 WIB
Dhuha: 06.03 WIB
Zuhur: 11.50 WIB
Asar: 14.52 WIB
Maghrib (Buka Puasa): 17.57 WIB
Isya: 19.07 WIB
Ramadhan dan Nilai Ketakwaan
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Takwa berarti menghadirkan kesadaran bahwa Allah SWT selalu mengawasi setiap perbuatan. Dengan kesadaran ini, seseorang akan lebih berhati-hati dalam bertindak, menjaga lisan, serta menjauhi perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadahnya.
Selain itu, Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 186:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.”
Ayat ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh kedekatan dengan Allah SWT. Waktu menjelang berbuka puasa merupakan saat yang sangat baik untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan.
Keutamaan Puasa dalam Sabda Rasulullah SAW
Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap amal kebaikan anak Adam dilipatgandakan sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah puasa. Pahala puasa memiliki nilai khusus yang hanya Allah SWT yang mengetahui kadar balasannya.
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi motivasi agar puasa dijalankan dengan niat yang tulus dan penuh harapan akan rahmat Allah SWT.