JawaPos.com - Hari ke-10 Ramadhan 1447 Hijriah yang bertepatan dengan Sabtu, 28 Februari 2026, menjadi momentum penting bagi umat Islam di Kota Pekalongan untuk terus menjaga semangat ibadah.
Memasuki fase awal pertengahan bulan suci, konsistensi dalam menjalankan puasa, sholat tepat waktu, dan memperbanyak amal saleh menjadi hal yang sangat dianjurkan agar nilai spiritual Ramadhan semakin terasa.
Kota Pekalongan yang dikenal dengan tradisi religiusnya setiap Ramadhan dipenuhi dengan kegiatan keagamaan, mulai dari tadarus Al-Qur’an hingga berbagi takjil kepada sesama.
Agar pelaksanaan ibadah berjalan sesuai waktu yang telah ditetapkan, masyarakat dapat merujuk jadwal resmi yang dilansir melalui laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai pedoman waktu imsakiyah dan sholat lima waktu.
Imsak: 04.21 WIB
Subuh: 04.31 WIB
Terbit: 05.43 WIB
Dhuha: 06.11 WIB
Zuhur: 11.57 WIB
Asar: 15.00 WIB
Maghrib (Buka Puasa): 18.04 WIB
Isya: 19.14 WIB
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah 10 Ramadhan 1447 H Kota Surakarta, Sabtu 28 Februari 2026
Puasa dan Nilai Ketakwaan
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat ini menegaskan bahwa puasa bukan sekadar kewajiban, melainkan sarana pembentukan ketakwaan. Ketakwaan tercermin dalam ketaatan menjalankan perintah Allah SWT serta kemampuan menjaga diri dari larangan-Nya. Melalui puasa, seseorang belajar menahan hawa nafsu dan membiasakan diri dengan sikap sabar serta disiplin.
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 187 juga ditegaskan batas waktu puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Penjelasan ini menjadi dasar pentingnya mengikuti jadwal imsakiyah secara tepat agar ibadah puasa sah dan sempurna.
Keutamaan Puasa dalam Hadis
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi motivasi besar agar setiap Muslim menjalankan puasa dengan niat yang tulus dan penuh harapan akan rahmat Allah SWT.
Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa adalah perisai, maka janganlah seseorang yang berpuasa berkata kotor dan berbuat kasar.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pesan ini menegaskan bahwa puasa harus berdampak pada perbaikan akhlak. Menahan diri dari perkataan dan perbuatan buruk menjadi bagian penting dalam menjaga kesempurnaan ibadah.