← Beranda

Jadwal Imsakiyah 10 Ramadhan 1447 H Kota Surabaya, Sabtu 28 Februari 2026

Lania MonicaSabtu, 28 Februari 2026 | 02.46 WIB
Ilustrasi jadwal imsakiyah. (Pexels/David McEachan)

JawaPos.com - Memasuki hari ke-10 Ramadhan 1447 Hijriah yang bertepatan dengan Sabtu, 28 Februari 2026, umat Islam di Kota Surabaya terus menjalankan ibadah puasa dengan penuh kekhidmatan.

Sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia, dinamika aktivitas masyarakat tetap berjalan, namun nuansa spiritual Ramadhan tetap terasa kuat di berbagai sudut kota—mulai dari masjid-masjid besar hingga lingkungan permukiman.

Agar ibadah puasa dan sholat lima waktu dapat dilaksanakan dengan tertib dan tepat waktu, masyarakat dapat merujuk jadwal resmi yang dilansir dari laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Jadwal ini menjadi pedoman penting untuk menentukan waktu imsak, berbuka, dan pelaksanaan sholat.

Imsak: 04.08 WIB

Subuh: 04.18 WIB

Terbit: 05.31 WIB

Dhuha: 05.58 WIB

Zuhur: 11.45 WIB

Asar: 14.47 WIB

Maghrib (Buka Puasa): 17.52 WIB

Isya: 19.02 WIB

Makna Puasa dalam Al-Qur’an

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menegaskan bahwa inti dari ibadah puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Takwa bukan hanya tercermin dalam hubungan vertikal kepada Allah SWT, tetapi juga dalam perilaku sehari-hari—jujur dalam bekerja, sabar menghadapi ujian, serta menjaga etika dalam berinteraksi.

Selain itu, dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 Allah SWT menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Hal ini mengingatkan bahwa puasa dan Al-Qur’an memiliki keterkaitan erat. Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga momentum memperdalam pemahaman terhadap wahyu Ilahi.

Keutamaan Puasa dalam Hadis Rasulullah SAW

Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan kemuliaan ibadah puasa di sisi Allah SWT. Puasa memiliki nilai keikhlasan yang sangat tinggi karena hanya Allah yang mengetahui kualitas sebenarnya dari ibadah tersebut.

Dalam hadis lain disebutkan:

“Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kebahagiaan saat berbuka bukan hanya karena hilangnya rasa lapar dan dahaga, tetapi juga karena keberhasilan menyempurnakan ibadah sepanjang hari. Sedangkan kebahagiaan hakiki adalah saat menerima ganjaran dari Allah SWT kelak.

EDITOR: Hanny Suwindari