JawaPos.com - Hari kesembilan Ramadhan 1447 Hijriah yang bertepatan dengan hari Jumat menjadi momentum penuh keberkahan bagi umat Islam di Kota Probolinggo.
Suasana religius semakin terasa, mulai dari aktivitas sahur di dini hari hingga persiapan sholat Jumat dan buka puasa bersama keluarga.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kepedulian sosial.
Agar pelaksanaan ibadah berjalan sesuai waktu yang telah ditetapkan, umat Muslim dapat merujuk pada jadwal resmi yang dilansir melalui laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.
Pedoman ini membantu memastikan waktu imsak, Subuh, hingga Maghrib sebagai penanda berbuka puasa dilakukan dengan tepat.
Imsak: 04.06 WIB
Subuh: 04.16 WIB
Terbit: 05.29 WIB
Dhuha: 05.56 WIB
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah 9 Ramadhan 1447 H Kabupaten Sleman, Jumat 27 Februari 2026
Zuhur: 11.43 WIB
Asar: 14.46 WIB
Maghrib (Buka Puasa): 17.51 WIB
Isya: 19.01 WIB
Puasa sebagai Jalan Menuju Ketakwaan
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Ketakwaan tercermin dalam ketaatan kepada Allah SWT serta kemampuan mengendalikan diri dari perbuatan yang tidak diridhai-Nya. Puasa melatih kesabaran, kejujuran, dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 juga ditegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Oleh sebab itu, selain berpuasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca dan memahami Al-Qur’an agar hidup semakin terarah sesuai ajaran Islam.
Keutamaan Puasa dalam Hadis
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menggambarkan bahwa puasa membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat. Rasa syukur saat berbuka menjadi simbol nikmat Allah SWT, sementara pahala di akhirat adalah balasan atas kesabaran selama menjalankan ibadah.
Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Janji ampunan ini menjadi motivasi besar agar setiap Muslim menjalankan puasa dengan niat yang tulus dan penuh harapan kepada Allah SWT.