JawaPos.com - Hari kesembilan Ramadhan 1447 Hijriah yang bertepatan dengan Jumat menjadi momen penuh keberkahan bagi umat Islam di Kota Magelang.
Suasana kota yang sejuk dan religius semakin menambah kekhusyukan dalam menjalankan ibadah puasa.
Ramadhan bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan kesempatan emas untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Agar pelaksanaan puasa berjalan tertib dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, umat Muslim dapat merujuk pada jadwal resmi yang dilansir melalui laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.
Jadwal imsakiyah ini menjadi pedoman penting dalam menentukan waktu sahur, sholat lima waktu, hingga berbuka puasa.
Imsak: 04.18 WIB
Subuh: 04.28 WIB
Terbit: 05.41 WIB
Dhuha: 06.08 WIB
Zuhur: 11.55 WIB
Asar: 14.58 WIB
Maghrib (Buka Puasa): 18.03 WIB
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah 9 Ramadhan 1447 H Kota Surabaya, Jumat 27 Februari 2026
Isya: 19.12 WIB
Puasa dan Tujuan Ketakwaan
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Puasa bertujuan membentuk pribadi yang bertakwa, yakni insan yang sadar akan kehadiran Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan. Ketakwaan tercermin dalam kesabaran, kejujuran, serta kemampuan menahan diri dari perbuatan yang tidak diridhai-Nya.
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 juga ditegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh petunjuk. Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup, sehingga memperbanyak tilawah dan memahami maknanya menjadi bagian penting dalam menyempurnakan ibadah puasa.
Hadis tentang Keutamaan Orang Berpuasa
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa adalah perisai; apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan jangan pula bertindak bodoh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga perilaku dan ucapan. Nilai pendidikan moral dalam puasa sangat besar karena melatih pengendalian diri.
Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ada pintu di surga yang disebut Ar-Rayyan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keistimewaan ini menjadi motivasi agar setiap Muslim menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan dan harapan akan ridha Allah SWT.