← Beranda

Jadwal Imsakiyah 8 Ramadhan 1447 H Kota Malang, Kamis 26 Februari 2026

Lania MonicaKamis, 26 Februari 2026 | 04.39 WIB
Ilustrasi Jadwal Imsakiyah 8 Ramadhan 1447 H Kota Malang (freepik)

JawaPos.com - Memasuki hari kedelapan Ramadhan 1447 Hijriah, umat Muslim di Kota Malang terus menghidupkan suasana bulan suci dengan berbagai ibadah dan kegiatan keagamaan.

Setelah melewati pekan pertama, semangat untuk menjaga konsistensi menjadi hal yang sangat penting.

Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan proses pembinaan diri agar semakin dekat dengan Allah SWT serta semakin baik dalam berinteraksi dengan sesama.

Agar pelaksanaan puasa dan sholat lima waktu berjalan sesuai ketentuan, umat Islam dianjurkan berpedoman pada jadwal imsakiyah resmi.

Berikut jadwal imsakiyah Kota Malang yang dilansir dari laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai acuan waktu ibadah.

Imsak: 04.08 WIB

Subuh: 04.18 WIB

Terbit: 05.31 WIB

Dhuha: 05.58 WIB

Zuhur: 11.46 WIB

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah 8 Ramadhan 1447 H Kota Mojokerto, Kamis 26 Februari 2026

Asar: 14.48 WIB

Maghrib (Buka Puasa): 17.54 WIB

Isya: 19.04 WIB

Keutamaan Puasa dalam Al-Qur’an dan Hadis

1. Puasa sebagai Jalan Syukur

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”

Ayat ini menegaskan bahwa puasa Ramadhan bukan untuk memberatkan, tetapi untuk mendidik umat agar bersyukur atas nikmat Allah SWT. Dengan merasakan lapar dan dahaga, seseorang lebih memahami arti nikmat rezeki dan kesehatan.

2. Puasa dan Balasan Surga

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya di surga terdapat pintu yang disebut Ar-Rayyan, yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menggambarkan kemuliaan orang yang menjalankan puasa dengan sungguh-sungguh. Pintu Ar-Rayyan menjadi simbol penghargaan khusus bagi mereka yang istiqamah dalam ibadah ini.

3. Puasa sebagai Sarana Introspeksi

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)

Pesan ini mengingatkan bahwa puasa bukan hanya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan secara fisik, tetapi juga menjaga perilaku dan akhlak. Kejujuran, kesabaran, dan pengendalian diri menjadi bagian penting dari kesempurnaan puasa.

EDITOR: Hanny Suwindari