← Beranda

Jadwal Imsakiyah 7 Ramadhan 1447 H Kota Kediri, Rabu 25 Februari 2026: Lengkap Dengan Jadwal Shalat dan Buka Puasa

Lania MonicaRabu, 25 Februari 2026 | 06.26 WIB
Ilustrasi Jadwal Imsakiyah 7 Ramadhan 1447 H Kota Kediri (Freepik)

JawaPos.com - Hari ketujuh Ramadhan 1447 Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Muslim di Kota Kediri untuk terus menjaga semangat ibadah.

Setelah hampir sepekan menjalankan puasa, konsistensi dan keistiqamahan menjadi kunci agar nilai-nilai Ramadhan semakin tertanam dalam kehidupan sehari-hari.

Bulan suci ini adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Agar ibadah puasa dan sholat lima waktu berjalan tepat waktu, umat Islam dianjurkan mengikuti jadwal imsakiyah resmi.

Berikut jadwal untuk Kota Kediri yang dilansir dari laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia:

Imsak: 04.10 WIB

Subuh: 04.20 WIB

Terbit: 05.33 WIB

Dhuha: 06.01 WIB

Zuhur: 11.49 WIB

Asar: 14.52 WIB

Maghrib (Buka Puasa): 17.57 WIB

Isya: 19.06 WIB

Dalil Al-Qur’an dan Hadis tentang Puasa

1. Ramadhan Bulan Diturunkannya Al-Qur’an

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.”

Ayat ini mengingatkan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bulan Al-Qur’an. Karena itu, memperbanyak membaca dan memahami isi Al-Qur’an menjadi amalan utama yang sangat dianjurkan.

2. Puasa sebagai Perisai

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa adalah perisai. Maka apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, janganlah ia berkata kotor dan jangan pula berbuat bodoh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa puasa melatih pengendalian diri. Tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga lisan, sikap, dan perbuatan agar tetap dalam koridor akhlak mulia.

3. Balasan Istimewa bagi Orang yang Berpuasa

Dalam hadis qudsi, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa Allah SWT berfirman:

“Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keistimewaan ini menunjukkan bahwa pahala puasa sangat besar dan tidak terbatas. Nilainya bergantung pada keikhlasan dan kesungguhan seseorang dalam menjalankannya.

EDITOR: Hanny Suwindari