← Beranda

Bacaan Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh, Lengkap dengan Arab, Latin dan Maknanya

Vindi Rayinda AyudyaJumat, 20 Februari 2026 | 19.11 WIB
Ilustrasi membaca niat puasa Ramadhan sebulan penuh. (pexesl/Thirdman)

 

JawaPos.com - Bagi umat muslim niat menjadi fondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk ibadah puasa wajib di bulan Ramadhan.

Tanpa niat yang benar, puasa Ramadhan yang dijalankan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari bisa kehilangan keabsahannya secara syariat.

Karena itu, memahami bacaan niat puasa Ramadhan sebulan penuh dapat menjadi solusi untuk memperkuat ibadah di bulan Suci.

Namun dikutip dari Nu Online, berdasarkan mazhab As-Syafi’i berpendapat bahwa orang yang akan berpuasa harus berniat puasa pada setiap malam Ramadhan.

Kendati begitu, ada juga pendapat dari Mazhab Maliki yang mengatakan berbeda.

Mazhab ini mewajibkan niat puasa pada malam pertama Ramadhan saja sudah mencakup niat selama satu bulan.   

Kitab Perukunan Melayu Besar yang sebagian besarnya mengutip dari Kitab Sabilul Muhtadin karya Syekh Arsyad Banjar mencantumkan lafal niat puasa Ramadhan sebulan penuh.


Selengkapnya, inilah bacaan niat puasa Ramadhan sebulan penuh lengkap dengan arab, latin dan maknanya.

 نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma syahri Ramadhāna kullihī lillāhi ta‘ālā. 

Artinya: Aku sengaja berpuasa bulan Ramadhan sekaliannya karena Allah ta’ala.  

Masih dilansir dari NU Online, kewajiban niat puasa pada malam awal Ramadhan diterangkan antara lain dalam Risalah Abi Zaid Al-Qairuwani yang disyarahkan dalam Kitab Al-Fawakihud Dawani.

Sedangkan niat puasa malam Ramadhan berikutnya tidak diwajibkan.  

ويبيت الصيام في أوله "وليس عليه البيات" كل ليلة "في بقيته" وكذلك كل صوم يجب تتابعه يكفي النية الواحدة 

Artinya: 


Seseorang harus berniat puasa pada malam hari di awal Ramadhan. Tidak ada kewajiban niat berpuasa pada setiap malam pada hari-hari selanjutnya. 


Demikian juga berlaku pada puasa yang harus dikerjakan secara berurutan. Cukup niat sekali di awal.  

Bagi Mazhab Maliki, dengan niat puasa Ramadhan cukup sekali, yang dilakukan pada malam hari, membuat orang tidak perlu khawatir bila lupa berniat puasa pada malam-malam Ramadhan berikutnya.   

Setelah dipastikan bulan Sya’ban berakhir, seseorang dapat berniat pada malam pertama Ramadhan. 


Niat sekali dianggap cukup untuk ibadah puasa Ramadhan sebulan. Meski demikian, Mazhab Maliki tetap menganjurkan orang untuk berniat puasa pada setiap malam Ramadhan.  

Pendapat Malikiyyah ini juga lazim dipakai di Indonesia. Meski penduduknya mayoritas penganut mazhab Syafi’i, tetapi dalam kasus niat puasa sebulan ini mereka dibimbing oleh para kiai dan masyayikh untuk mengadopsi teorinya mazhab Maliki dalam praktik niat di awal Ramadhan.

 

Ditambahkan dari laman Baznas Jabar, melafaskan niat sahur memiliki beberapa keutamaan yang penting bagi setiap Muslim. Diantaranya sebagai berikut.

  1.   Niat sahur menegaskan kesungguhan dan komitmen kita dalam menjalankan ibadah puasa. Dengan niat yang tulus, puasa yang kita laksanakan akan lebih bermakna dan diterima oleh Allah SWT.

  2.   Niat sahur membedakan antara puasa yang dilakukan karena kewajiban agama dengan puasa yang mungkin dilakukan karena alasan lain, seperti diet atau kesehatan. Dengan melafalkan niat sahur, kita tegaskan bahwa puasa yang kita jalankan semata-mata untuk memenuhi perintah Allah SWT.

  3.   Niat sahur juga menjadi pembeda antara puasa umat Islam dengan puasa yang dilakukan oleh umat lain. Rasulullah SAW bersabda, “Perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” 

  4.   Waktu sahur adalah waktu yang penuh berkah. Rasulullah SAW bersabda, “Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang bersahur.” 

Dengan memahami keutamaan-keutamaan tersebut, diharapkan kita dapat lebih menghargai dan tidak mengabaikan niat sahur dalam setiap pelaksanaan puasa.

***

 

EDITOR: Novia Tri Astuti