JawaPos.com - Hari kedua Ramadan 1447 Hijriah menjadi momen berharga bagi umat Muslim di Banjarmasin untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat keimanan. Bulan suci Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki akhlak, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Agar ibadah puasa berjalan dengan tertib dan sesuai tuntunan, umat Islam perlu berpedoman pada jadwal imsakiyah. Dengan mengetahui waktu imsak, salat, hingga berbuka puasa, aktivitas harian dapat diatur secara seimbang antara kewajiban dunia dan akhirat.
Dilansir dari laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, berikut jadwal imsakiyah untuk wilayah Banjarmasin pada Jumat, 20 Februari 2026 bertepatan dengan 2 Ramadan 1447 H.
Imsak: 05.03 WITA
Subuh: 05.13 WITA
Terbit: 06.26 WITA
Duha: 06.54 WITA
Zuhur: 12.39 WITA
Asar: 15.52 WITA
Magrib (Buka Puasa): 18.44 WITA
Isya’: 19.54 WITA
Waktu Magrib merupakan saat yang paling dinantikan karena menjadi tanda berakhirnya puasa. Rasulullah SAW menganjurkan untuk menyegerakan berbuka sebagai bentuk ketaatan sekaligus rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
Kewajiban puasa Ramadan dijelaskan secara langsung dalam Al-Qur’an sebagai sarana membentuk pribadi yang bertakwa. Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Puasa mengajarkan pengendalian diri, kejujuran, dan kesabaran. Saat seseorang mampu menahan hal-hal yang sebenarnya halal di siang hari, maka ia akan lebih mudah meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Dalam hadis qudsi disebutkan:
“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa pahala puasa tidak terbatas dan menjadi bentuk ibadah yang sangat dimuliakan.
Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda:
“Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan ketika bertemu dengan Tuhannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kebahagiaan tersebut bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga kebahagiaan batin karena telah menjalankan perintah Allah dengan penuh keimanan.