JawaPos.com - Memasuki hari kedua Ramadan 1447 Hijriah, umat Muslim di Kota Surakarta kembali menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan semangat meningkatkan amal ibadah. Mengetahui jadwal imsakiyah menjadi hal penting agar setiap rangkaian ibadah, mulai dari sahur hingga berbuka puasa, dapat dilakukan tepat waktu sesuai tuntunan syariat.
Jadwal imsakiyah tidak hanya menjadi pengingat waktu makan sahur dan berbuka, tetapi juga panduan dalam menunaikan salat lima waktu secara disiplin selama bulan suci. Ketepatan waktu ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas ibadah agar lebih khusyuk dan teratur.
Dilansir dari laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, berikut jadwal imsakiyah untuk wilayah Surakarta pada Jumat, 20 Februari 2026 bertepatan dengan 2 Ramadan 1447 H.
Imsak: 04.14 WIB
Subuh: 04.24 WIB
Terbit: 05.38 WIB
Duha: 06.05 WIB
Zuhur: 11.54 WIB
Asar: 15.02 WIB
Magrib (Buka Puasa): 18.03 WIB
Isya’: 19.13 WIB
Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan ibadah yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menjelaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa, yakni mampu mengendalikan diri, menjaga lisan, serta meningkatkan kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan puasa dalam hadis qudsi:
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa pahala puasa memiliki nilai khusus yang tidak dapat diukur oleh manusia, karena langsung menjadi urusan Allah SWT.
Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:
“Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya.”
(HR. Muslim)
Kebahagiaan saat berbuka bukan hanya karena hilangnya rasa lapar, tetapi juga karena keberhasilan menunaikan ibadah dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.