← Beranda

Jadwal Imsakiyah Kota Semarang Jumat, 20 Februari 2026: Panduan Waktu Puasa 2 Ramadan 1447 H

Lania MonicaJumat, 20 Februari 2026 | 06.05 WIB
Ilustrasi jadwal imsakiyah kota semarang 20 Februari 2026 (freepik)

JawaPos.com - Memasuki hari kedua Ramadan 1447 H, umat Muslim di Kota Semarang kembali menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan harapan mendapatkan keberkahan.

Mengetahui jadwal imsakiyah menjadi hal penting agar setiap rangkaian ibadah, mulai dari sahur hingga berbuka puasa, dapat dilaksanakan tepat waktu sesuai tuntunan syariat.

Selain sebagai penanda waktu menahan diri dari makan dan minum, jadwal imsakiyah juga membantu umat Islam menjaga kedisiplinan dalam menjalankan sholat lima waktu. Dengan berpedoman pada jadwal resmi, ibadah selama bulan suci dapat dilakukan lebih khusyuk dan teratur.

Imsak : 04.16 WIB

Subuh : 04.26 WIB

Terbit : 05.40 WIB

Duha : 06.07 WIB

Zuhur : 11.56 WIB

Asar : 15.04 WIB

Magrib / Buka Puasa : 18.04 WIB

Isya : 19.14 WIB

Jadwal ini menjadi pedoman resmi bagi masyarakat Semarang dalam menentukan batas waktu sahur, pelaksanaan sholat wajib, hingga waktu berbuka puasa.

Keutamaan Puasa dalam Al-Qur’an dan Hadis
Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan ibadah yang memiliki nilai spiritual sangat tinggi. Allah SWT secara langsung memerintahkan kewajiban puasa dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan, yaitu kesadaran penuh akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan. Puasa melatih pengendalian diri, kesabaran, serta kejujuran, karena ibadah ini hanya diketahui oleh diri sendiri dan Allah SWT.

Rasulullah SAW juga menjelaskan keistimewaan puasa dalam sebuah hadis:

“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan, satu kebaikan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa pahala puasa memiliki nilai istimewa yang tidak terbatas. Allah SWT sendiri yang menjanjikan balasannya, sebagai bentuk kemuliaan ibadah tersebut.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Pengampunan dosa menjadi hadiah besar bagi orang yang menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan, bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebagai bentuk penghambaan yang tulus.

 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho